Pengertian BUMS (Badan Usaha Milik Swasta) Beserta Peran dan Fungsinya

BUMS - image from google
Secara singkat, pengertian BUMS (Badan Usaha Milik Swasta) adalah suatu badan usaha yang seluruh permodalannya berasal dari pihak swasta. Bentuk badan usaha milik swasta ini bisa dimiliki oleh perseorangan ataupun beberapa orang dalam bentuk kerja sama penanaman modal. Dan berikut penjelasan lebih lengkapnya mengenai Pengertian BUMS (Badan Usaha Milik Swasta) Beserta Peran dan Fungsinya.

Badan Usaha Milik Swasta (BUMS) merupakan suatu badan usaha yang didirikan dan dimiliki oleh pihak-pihak swasta dengan tujuan utama untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya. Alasan pendirian BUMS adalah dalam rangka turut serta mengelola sumber daya alam yang ada di Indonesia, namun dengan pelaksanaan yang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan.

Berdasarkan Pasal 33 UUD 1945 mengenai Badan Usaha Milik Swasta yang berbunyi bahwa “bidang-bidang usaha yang diberikan kepada pihak swasta adalah untuk mengelola sumber daya ekonomi yang bersifat tidak vital dan strategis atau yang tidak menguasai hajat hidup orang banyak”.
Fungsi Dan Peranan BUMS (Badan Usaha Milik Swasta) dalam Perekonomian.

Tingkat kesejahteraan masyarakat pada suatu negara biasanya akan ditentukan dan ditinjau dari segi perekonomian nasionalnya. Yang mana aspek perekonomian ini tidak bisa hanya didukung oleh peran pemerintah melalui pengadaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) saja, melainkan juga harus didukung oleh peran pihak swasta. Peran pihak swasta yang paling besar dalam hal ini adalah berasal dari Badan Usaha Milik Swasta (BUMS)

A. Berperan sebagai mitra pemerintah

Pemerintah merupakan penguasa dan pengelola utama sumber-sumber daya yang ada di Indonesia. Keberadaan BUMS merupakan mitra pemerintah dalam pengelolaan sumber daya tersebut baik sumber daya alam dan sumber daya lainnya yang mampu mendorong pertumbuhan dan perkembangan perekonomian nasional.

B. Berperan dalam membantu meingkatkan kegiatan produksi, distribusi maupun konsumsi nasional

Tidak semua kegiatan produksi produk barang dan jasa, distribusi maupun konsumsi mampu dilakukan oleh pemerintah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Dengan adanya BUMS, kegiatan-kegiatan yang tidak bisa dilaksanakan oleh pemerintah tersebut bisa dipenuhi oleh perusahaan swasta. Sehingga mampu membantu dalam meningkatkan kegiatan produksi, distribusi dan konsumsi nasional.

C. Berperan sebagai penyedia lowongan pekerjaan yang mampu menyerap banyak tenaga kerja sehingga mampu mengurangi angka pengangguran

Dalam mendirikan badan usaha tentu membutuhkan banyak tenaga kerja. Begitu pun dengan pendirian BUMS yang bisa menyerap banyak sekali masyarakat sebagai tenaga kerja. Kemudian dalam perjalanan bisnisnya, BUMS bisa memperoleh keuntungan yang digunakan untuk perluasan bisnis. Maka aktifitas pengembangan bisnis tersebut akan menyerap tenaga kerja lebih banyak lagi. Sehingga mampu mengurangi angka pengangguran dalam jumlah yang besar.

D. Meningkatkan daya beli masyarakat karena pemberian gaji atau pendapatan karyawan

Masyarakat yang bekerja menjadi karyawan BUMS akan memperoleh upah atau imbalan atas jasa dan tenaganya. Dengan uang dari penggajian tersebut, masyarakat mampu membeli aneka barang kebutuhan. Hal tersebut berarti daya beli mereka telah meningkat.

E. Mampu memenuhi target pendapatan negara melalui pajak yang dibayarkan oleh BUMS yang berbentuk PT

BUMS berbentuk Perseroan Terbatas (PT) terbebani kewajiban pajak tertentu untuk disetor kepada negara. Yang mana kewajiban pajak tersebut tergantung dari jenis dan aktifitas perusahaannya. Misal sebuah perusahaan industri tekstil terkena kewajiban pajak jenis Pajak Penghasilan (PPh) dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Pajak yang mereka setor tersebut untuk mengisi kas negara, yang biasanya telah ditargetkan pemerintah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

F. Membantu kelancaran pembangunan negara

Dana yang diperoleh negara melalui pajak yang diterima dari BUMS, selanjutnya akan digunakan untuk pembangunan negara. Tanpa adanya setoran pajak, tentu pembangunan bisa saja tidak akan berjalan lancar karena kekurangan dana. Bagaimana pun pajak adalah sumber pendapatan negara yang paling besar dan utama. Karena itulah BUMS disebut juga sebagai agen pembangunan nasional.

G. Membantu dalam usaha pemerataan pendapatan masyarakat

Perbedaan wilayah geografis dan budaya mengakibatkan terjadi pendapatan masyarakat yang tidak merata. Kota-kota besar cenderung lebih maju karena pendapatan per kapita yang besar. Sedangkan kota kecil atau pedesaan cenderung tertinggal karena pendapatan masyarakat daerah yang kecil. Dengan adanya BUMS, kesempatan lapangan kerja baru terbuka lebar sehingga menaikkan pendapatan masyarakat di wilayah kota kecil. Dari sana BUMS membantu pemerataan pendapatan masyarakat yang masih terus diupayakan oleh pemerintah.

H. Menciptakan kreasi dan peluang usaha baru yang bisa memberi kontribusi dalam dunia bisnis dan perekonomian nasional

Pihak-pihak swasta identik dengan kreasi dan inovasi. Karena biasanya mereka mendirikan usaha dengan melihat kebutuhan masyarakat namun harus unik dan berbeda dari usaha-usaha yang sudah ada. Karena kreatifitas pelaku bisnis BUMS semacam itulah mampu menciptakan kreasi dan peluang usaha baru. Yang mana hal tersebut tentu akan memberikan kontribusi yang positif dalam dunia usaha dan perekonomian nasional.

I. Membantu upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi, taraf hidup masyarakat dan kesejahteraan rakyat

Kegiatan usaha BUMS yang membuka lapangan kerja, memberikan pendapatan sehingga meningkatkan daya beli masyarakat, mengurangi pengangguran, semua hal tersebut tidak lain telah membantu dalam usaha penyelesaian masalah pembangunan ekonomi di Indonesia. Jika masalah pembangunan ekonomi bisa teratasi, pertumbuhan ekonomi akan meningkat sehingga kesejahteraan rakyat pun akan meningkat. Karena itulah BUMS telah turut serta membantu upaya pemerintah dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi, taraf hidup maupun kesejahteraan masyarakat.

J. Membantu dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia

Umumnya BUMS memiliki program Corporate Social Responsibility (CSR) yang merupakan pertanggungjawaban secara sosialnya sebagai bagian dari lingkungan sosial. Salah satu bentuk CSR perusahaan swasta adalah dengan pemberian beasiswa pada masyarakat. Dengan adanya beasiswa tersebut, masyarakat kurang mampu yang memiliki kendala untuk memperoleh pendidikan akan berkesempatan untuk melanjutkan pendidikan. Dengan pendidikan akan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang bersangkutan. Karena itulah BUMS berperan dalam meningkatkan kualitas SDM Indonesia.

K. Meningkatkan jumlah pendapatan nasional

Kegiatan usaha BUMS tidak lain adalah mengolah dan menghasilkan barang ataupun jasa. Yang mana barang dan jasa adalah komponen pendapatan nasional jika dilihat dari segi Produk Domestik Bruto (PDB). Jadi dengan adanya kegiatan usaha BUMS, pendapatan nasional menjadi meningkat.

L. Mempercepat penyebaran dan penguasaan teknologi pada masyarakat

Kegiatan industri BUMS yang kian berkembang dan maju akan dituntut untuk menggunakan teknologi yang canggih guna mencapai kegiatan usaha produksi yang efektif dan efisien. Penggunaan teknologi modern dalam operasional BUMS akan mengakibatkan masyarakat (sebagai pelaku usaha BUMS) mampu menguasai teknologi canggih tersebut. Maka inilah peran serta BUMS dalam mempercepat penyebaran dan penguasaan teknologi pada masyarakat.

Dengan banyaknya peranan BUMS dalam perekonomian, maka sebagai timbal baliknya, pemerintah juga ikut serta mendorong perkembangan usaha BUMS melalui penetapan kebijakan-kebijakan tertentu.

Contoh Bentuk dan Jenis-Jenis BUMS (Badan Usaha Milik Swasta)


Badan usaha milik swasta dibedakan atas badan usaha swasta dalam negeri dan badan usaha swasta asing. Badan usaha milik swasta dalam negeri yaitu suatu badan usaha yang modalnya dipunyai oleh masyarakat dalam negeri. Sedangkan pada badan usaha swasta asing yaitu suatu badan usaha yang modalnya dipunyai oleh masyarakat luar negeri .

Saat ini, kebanyakan perusahaan swasta telah melingkupi berbagai sendi kehidupan, seperti perusahaan swasta industri, tekstil, properti, bahan makanan dan minuman, pertambangan, dan lain sebagainya. BUMS tersebut terbagi menjadi 2 jenis perusahaan, yaitu perusahaan swasta nasional dan perusahaan swasta asing. Pembagian tersebut berdasar dari pemilik perusahaannya, apakah milik Warga Negara Indonesia (WNI) ataukah Warga Negara Asing (WNA). Perusahaan swasta nasional misalnya PT. Indomobil yang mengelola industri motor dan mobil. Sedang perusahaan swasta asing contohnya PT. Freeport Indonesia Company milik warga Amerika Serikat yang mengelola pertambangan emas di Irian Jaya.
Bentuk-Bentuk Badan Usaha Milik Swasta (BUMS) 

Badan usaha memiliki berbagai macam-macam atau jenis-jenis bentuk badan usaha milik swasta yang dibedakan dalam beberapa bentuk seperti perusahaan perseorangan, Firma (Fa), Persekutuan Komanditer (CV), Perseroan Terbatas (PT). Penjelasan bentuk-bentuk Badan Usaha Milik Swasta (BUMS) adalah sebagai berikut...
1. Perusahaan Perseorangan

Dalam arti perusahaan perseorangan adalah badan usaha yang modal dan tanggung jawabnya dipegang oleh satu orang secara pribadi yang  merupakan pemilik perusahaan.

Ciri-Ciri Perusahaan Perseorangan
Dimiliki secara pribadi atau perseorangan
Pengelolaan badan usaha mudah dan murah
Pengusaha sebagai pemilik bebas dalam mengemukakan dan menerapkan kebijakan kepada bawahan, tanpa melalui jalur birokratis .
Pemilik dapat menutup badan usaha jika tidak menguntungkan
Modal badan usaha perorangan hanya satu orang (tidak terpisah)
Modal berasal dari pribadi pemilik
Kelangsungan hidup usaha begantung pemilik perusahaan itu sendiri

Kelebihan atau Keunggulan Perusahaan Perseorangan
Mudah didirikan
Organisasi yang sederhana dan mudah karena aktivitas relatif terbatas dan perusahaan relatif kecil
Pemilik memiliki kebebasan yang seluas-luasnya
Keuntungan berada pada satu orang yaitu pemilik perusahaan
Memilik Pajak yang rendah
Kerahasiaan perusahaan lebih terjamin
Pengambilan keputusan yang cepat, tanpa menunggu persetujuan orang lain

Kelemahan Perusahaan Perseorangan
Memiliki modal yang terbatas
Segala tanggung jawab dan resiko badan usaha perseorangan ditanggung sendiri oleh pemilik perusahaan
Kerugian ditanggung sendiri oleh pemilik perusahaan
Kualitas manajerial dan pekerja terbatas
Contoh BUMS jenis ini yaitu: Penginapan, penggilingan padi, toserba, restoran. Untuk mendirikan perusahaan perseorangan tidak ada undang – undang yang mengatur secara khusus. Namun untuk beberapa jenis usaha, perusahaan perseorangan baru boleh melakukan aktivitasnya setelah mendapatkan izin dari pemerintah daerah setempat.

2. Firma (fa)

Dalam pengertian Firma (fa) adalah persekutuan dua orang atau lebih dalam mendirikan dan menjalankan perusahaan dengan  satu nama dan membagi keuntungan dari hasil yang didapatkannya. Setiap sekutu atau anggota memiliki tanggung jawab yang sama pada perusahaan. Biasanya orang – orang yang mendirikan Firma adalah orang – orang yang memiliki hubungan keluarga. Pendiriannya dilakukan di hadapan notaris dengan membuat akta pendirian sebagai bukti tertulis. Firma lebih baik daripada perusahaan perseorangan sebab memiliki modal lebih besar dan dikelola lebih dari 1 orang. Contoh : konsultan hukum dan pengacara

Ciri-Ciri Usaha Persekutuan Firma (Fa)
Memiliki modal yang besar
Pemakaian nama bersama dalam kegiatan usaha
Memiliki tanggung jawab atas resiko yang tidak terbatas
Setiap anggota memiliki kewenangan dalam menjalankan usaha maupun mengadakan perjanjian dengan pihak lain tanpa menunggu persetujuan anggota lain

Kelebihan atau Keunggulan Usaha Persekutuan Firma (Fa)
Jumlah modal yang besar
Kemampuan Manajemen lebih besar
Pendirian relatif mudah
Status badan usaha yang jelas karena kepemilikan akta dari notaris dan terdaftar di pengadilan negeri
Tanggung Jawab dilakukan secara bersama-sama
Pengambilan kredit lebih besar dan mudah karena dipercaya oleh lembaga keuangan (bank)
Pengelolaan perusahaan dapat dibagi-bagi sesuai dengan kehalian masing-masing dari sekutu atau anggota

Kelemahan Badan Usaha Persekutuan Firma (fa)
Pengambilan keputusan atau kebijakan kurang cepat karena menunggu musyawarah
Perusahaan dikatakan bubar jika terdapat anggota yang mengundurkan diri atau meninggal dunia
Jika salah satu anggota membuat kerugian, maka anggota lain ikut menanggungnya.

3. Persekutuan Komanditer (CV)

CV adalah singkatan dari Commanditaire Vennotschaap yang berasal dari Bahasa Belanda, dalam Bahasa Indonesia dikenal dengan istilah persekutuan komanditer.Pengertian persekutuan Komanditer adalah persekutuan dua atau lebih orang yang mana terdapat beberapa anggota yang hanya menyerahkan modal dan yang lain menjalankan perusahaan. Orang yang terlibat dalam CV ini disebut sekutu. Dalam persekutuan komanditer  dikenal dengan dua sekutu yaitu : sekutu aktif/ sekutu komplementer dan sekutu pasig/sekutu komanditer. Sekutuh aktif adalah sekutuh yang memiliki hak dalam menjalankan dan memimpin perusahaan, sedangkan sekutuh pasif adaah sekutu yang hanya menyerahkan modal saja.

Ciri-Ciri Persekutuan Komanditer (CV)
Keanggotan terdiri atas anggota pasif dan aktif
Badan usaha persekutuan yang memiliki beberapa orang anggota
Sekutu aktif menjalankan perusahaan
Sekutu pasif tidak menjalankan perusahaan, namun hanya penanam modal

Kelebihan atau Keunggulan Persekutuan Komanditer (CV)
Mudahnya dalam proses pendirian
Kebutuhan modal lebih terjamin dan terpenuhi
Cenderung lebih mudah memperoleh kredit
Sebagai tempat untuk menanamkan modal karena  sekutu diam mudah menginvestasikan dan mencairkan kembali modalnya
Kemampuan manajemen lebih besar
Pimpinan perusahaan dapat terdiri dari satu orang atau lebih
Kekayaan pribadi terpisah dari kekayaan perusahaan
Pembagian keuntungan dan kerugian berdasarkan pada besarnya modal yang ditanam

Kelemahan Persekutuan Komanditer (CV)
Kelangsungan hidup tidak menentu, karena banyak bergantung kepada sekutu aktif yang bertindak sebagai pemimpin persekutuan dan perusahaan
Dapat terjadi selisih paham antarpemilik

4. Perseroan Terbatas (PT)

PT adalah suatu persekutuan antara 2 orang / lebih yang menjalankan usahanya dengan modal yang diperoleh dari pengeluaran saham. Saham adalah tanda pernyataan modal pada PT. Pemegang saham / persero bertanggung jawab terbatas, hanya sebesar modal yang ditanam. Keuntungan bagi persero diberikan dalam bentuk dividen : Pengolahan PT diserahkan kepada dewan direksi Dalam menjalankan tugasnya, dewan direksi diawasi oleh dewan komisaris.

Komponen yang memegang kekuasaan tertinggi dalam PT adalah Rapat Umum Pemegang Saham(RUPS). Dlm RUPS,ditentukan bagaimana kegiatan badan usaha akan dijalankan, mengangkat, memberhentikan direksi & dewan komisaris serta mengatur pembagian dividen untuk para peserta. Berdasarkan sahamnya PT dibedakan menjadi 2. yaitu :

1.PT tertutup Saham dalam PT ini sifatnya terbatas, jumlahnya tidak banyak & pemegang saham biasanya saling mengenal. Biasanya hal ini ditujukan agar kekayaan badan usaha tidak jatuh ke tangan orang lain.
2. PT terbuka Dalam PT ini, sahamnya terdaftar di bursa efek. Saham dapat dimiliki oleh masyarakat umum & pemegang saham tidak harus mengenal. PT biasanya menuliskan singkatan Tbk (terbuka) di belakang nama perseronya

Ciri-Ciri Perseroan Terbatas (PT)
Kelangsungan hidup perusahaan PT berapa ditangan pemilik saham
PT berorientasi mencari keuntungan atau profit
Pendirian PT dilakukan oleh 2 orang atau pribadi huum
Pendiran PT disahkan dalam akta notaris dan berlaku sejak pengesahan kementrian hukum dan ham
Pemimpin PT berupa direksi yang bisa saja tidak memilik bagian saham dan bertugas memimpihak perusahaan
Pemegang saham memiliki tanggung jawab yang terbatas, namun modal perusahaan bergantung pada pemegang saham
Karyawan PT bestatus sebagai pegawai swasta
Saham mudah dieprjualbelikan

Kelebihan atau Keunggulan Perseroan Terbatas (PT)
Mudahnya pengalihan kepemilikan
Kebutuhan terhadap pengembangan modal terjamin dan terpenuhi
Kelangsungan perusahaan lebih terjamin
Mhdah dalam memindahkan hak milik dengan menjual saham kepada orang lain

Kelemahan Perseroan Terbatas (PT)
Biaya pembentukan yang relatif tinggi
Pembayaran pajak yang besar
Sulit menjaga rahasia perusahaan
Proses pendirian perusahaan yang panjang

Ciri-Ciri Badan Usaha Milik Swasta (BUMS)

Badan Usaha Milik Swasta mempunyai ciri-ciri atau karekteristik. Ciri-Ciri Badan Usaha Milik Swasta (BUMS) Secara Umum yaitu sebagai berikut :
Badan usaha yang modalnya sepenuhnya berasal dari pihak swasta
Pengawasan yang dijalankan secara hirarki dan fungsional oleh sih pemegang perusahaan
Untuk mencari keuntungan yang sebesar-besarnya
Dalam pembagian laba berdasarkan pada pemilik saham atau modal terbanyak
Sebuah Badan usaha yang mempunyai badan hukum
Dijalankan dan dimodali oleh perorangan, banyak orang atau berkelompok.
Para anggota mempunyai hak suara sesuai dengan jumlah modal/saham
Bisa menjual saham melalui bursa efek

Modalnya bisa diperoleh dari lembaga keuangan, baik itu bank maupun non bank.


sumber:
https://husnil91.wordpress.com/2011/03/20/macam-macam-bums-badan-usaha-milik-swasta/
http://www.gurupendidikan.com/pengertian-fungsi-ciri-dan-jenis-bums-beserta-contohnya-lengkap/

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pengertian BUMS (Badan Usaha Milik Swasta) Beserta Peran dan Fungsinya"

Posting Komentar

Blog ini jauh dari kata sempurna sehingga memerlukan Saran dari Sobat Pembaca