Pengertian Umum Protokol Menurut Ahli

Pengertian Umum Protokol 
Kegiatan instansi, organisasi atau masyarakat umum seyogyanya berorientasi pada tata cara tertentu agar kegiatan dapat berjalan dengan tertib dan lancar. Untuk itu pemerintah telah mengatur dalam undang-undang dan peraturan pemerintah. Dalam hubungannya dengan tugas-tugas protokol ini kita mengacu kepada Undang-undang No. 8 Tahun 1987 tentang protokol, dan lebih spesifik lagi pada Peraturan Pemerintah (PP) No. 62 Tahun 1990 tentang Ketentuan Tata Tempat, Tata Upacara dan Tata Penghormatan. Acuan ini pantas kita perhatikan, meskipun pada pelaksanaannya sering terjadi perubahan disana-sini sesuai dengan nilai-nilai yang berkembang dimasyarakat setempat.

Kata “protokol” berasal dari bahasa Yunani protos dan kolla. Dalam bentukan kata “protocollum” berarti “yang pertama dilekatkan”, dan dalam perkembangannya kita memiliki kata “protocol” yang berarti lembar pertama yang dilekatkan pada dokumen perjanjian internasional, yang memuat tentang urutan acara. (Aryati, 2004: 15)

Perkataan protokol di Indonesia diperkenalkan pertamakali oleh bangsa Belanda dan Inggris, kemudian melalui proses panjang menjadi “protokol” yang kita kenal sekarang. Adapun turunannya antara lain:
a. PROTOKOLER : Tertib Protokol
b. KEPROTOKOLAN : Norma-norma Protokol
c. TATA CARA KEPROTOKOLAN : Cara menerapkan, melaksanakan norma-norma protokol dalam kegiatan acara.
d. KEDUDUKAN PROTOKOL : Penghormatan, perlakuan dan hak pelayanan bagi seseorang atau lambang sesuai aturan.

Dalam kegiatan resmi protokol meliputi:

- Tata cara
Setiap acara yang dilaksanakan menurut aturan atau adat kebiasaan tertentu yang sudah ditetapkan.

- Tata karma
Ada etiket tertentu yang harus diikuti, yang pada prinsipnya mencerminkan tata sopan santun pergaulan. Karena itu, pada setiap acara dipergunakan kata-kata yang baik, benar dan tepat menurut tinggi rendahnya jabatan, senioritas, disesuaikan dengan peristiwanya.

- Petugas 
Dalam pelaksanaan tugas, selalu terlibat orang-orang atau suatu grup yang menjalankan aturan pelaksanaan acara sesuai dengan tata cara dan tata karma. Berkaitan dengan hal ini, seorang protokol – yang adalah petugas pelaksana keprotokolan - seyogyanya juga manjadikan aturan-aturan yang kini telah dibakukan dan merupakan aturan resmi dalam kedinasan sebagai sarana untuk meningkatkan disiplin dan dedikasi dalam bekerja.

Protokol hampir mirip dengan etiket, dan boleh dikatakan bahwa protokol adalah etiket dalam pemakaiannya yang khas. Etiket adalah tata sopan santun yang secara umum berlaku dalam masyarakat, yang mengatur hubungan antar manusia. Sedangkan protokol lebih khusus dipergunakan dalam hubungan resmi antar-bangsa atau antar-negara.

Ruang Lingkup Protokol 
Dalam pelaksanaannya , tugas keprotokolan dilaksanakan dalam beberapa kegiatan, antara lain:
- Penerimaan tamu atau audiensi
- Perjalanan atau peninjauan
- Pengaturan rapat atau pertemuan
- Penyelenggaraan resepsi, upacara hari besar nasional dan keagamaan
- Apel bendera
- Pelantikan, serah terima jabatan dan pelepasan
- Peresmian proyek
- Pelayanan bagi para diplomat yang antara lain meliputi: kekebalan dan kelonggaran diplomatik, fasilitas pelabuhan pemberian hak-hak tertentu, penyusunan daftar diplomatik dan konsulat
- Pembuatan pernyataan selamat atau belasungkawa

Adapun perhatian pelayanan protokol ditujukan kepada:
1. Pejabat Negara
2. Pejabat pemerintah
3. Tokoh masyarakat

Yang disebut sebagai pejabat negara adalah pejabat sebagaimana dimaksudkan dalam Undang-undang No. 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian dan Peratuaran perundang-undangan lainnya.

Yang disebut sebagai pejabat pemerintah adalah pejabat yang menduduki jabatan tertentu dalam organisasi kepemerintahan.

Yang disebut sebagai tokoh masyarakat adalah seseorang yang karena kedudukan sosialnya menerima kehormatan dari masyarakat dan/atau pemerintah.

Penggunaan protokol untuk tokoh masyarakat tidak dibatasi bagi tokoh dalam tingkat masyarakat tertentu saja. Dalam upaya untuk lebih sopan, bahkan untuk kalangan masyarakat terbatas pun tokoh-tokohnya mendapat pelayanan protokol. Misalnya seorang pimpinan organisasi, ketua adat dikalangan suku tertentu, atau seorang mubaligh, dalam penyelenggaraan acara-acara akan mendapat pelayanan protokol. Hal yang sama akan kita lakukan dengan para sesepuh dalam acara-acara keluarga.

Tata Cara Protokol
Tata cara lebih banyak diartikan dengan tata cara berlangsungnya suatu acara. Setiap acara mempunyai ciri sendiri dalam penyelenggaraannya. Protokol banyak diterapkan pada acara-acara resmi yang seharusnya dilakukan menurut urutan tertentu yang sudah ditetapkan dan harus ditaati dengan seksama oleh seluruh panitia penyelenggara, petugas dan hadirin

Pada acara resmi, upacara di kalangan ABRI misalnya, urutan acara dan tata penyelenggaraannya sudah diatur dalam juklak yang dibakukan dengan surat keputusan. Pada beberapa instansi juga telah dibuat peraturan yang dibakukan, berdasarkan pada rumusan tertentu dan dipakai sebagai panduan dalam setiap penyelenggaraan acara. 

Tata Krama Protokol
Dalam pelaksanaan acara, tata karma dipergunakan untuk memberikan penghormatan atau perlakuan khusus, baik kepada seseorang karena jabatannya atau peranannya dalam acara tersebut, atau bias juga dipergunakan terhadap benda yang dianggap penting karena fungsi atau peranan historisnya.

Perlakuan/penggunaan tata karma meliputi:

- Tata Tempat 
1. Tata tempat berlangsungnya suatu acara disesuaikan dengan jenis acaranya. Misalnya: acara resmi, acara semi hiburan dan lain sebagainya.
2. Tata penempatan benda berharga dilakukan berdasarkan fungsi dan nilai historis pada benda tersebut. Misal: Bendera Merah Putih, Lambang-lambang Negara, pataka dan sebagainya. 

- Tata penyebutan
Pada penyelenggaraan suatu acara hampir selalu melibatkan pejabat atau orang yang dituakan/dihormati dalam masyarakat. Tata urutan penyebutan nama pejabat berkaitan dengan tingkatan jabatan seseorang dalam pemerintahan. 

- Lagu kebangsaan 
Acara-acara resmi terkadang diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama-sama, bahkan adakalanya diikuti dengan mengheningkan cipta.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pengertian Umum Protokol Menurut Ahli"

Posting Komentar

Blog ini jauh dari kata sempurna sehingga memerlukan Saran dari Sobat Pembaca