Pengertian Supervisi Akademik Dan Supervisi Manajerial Menurut Ahli

Pengertian Supervisi Akademik Dan Supervisi Manajerial
Penyelenggaraan pendidikan persekolahan termasuk di dalamnya madrasah melibatkan banyak orang dalam suatu kesatuan kerja untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan akan menyangkut dua aspek pokok penyelenggaraan kegiatan yaitu pengorganisasian dalam bentuk wadah institusi pendidikan dan proses pengajaran atau akademik. 

Aspek pengorganisasian dalam wadah institusi pendidikan berwujud pengelolaan administrasi manajerial dan aspek pengajaran berwujud proses akademik Dari sinilah, muncul supervisi manajerial dan supervisi akademik yang keduanya berfungsi mengendalikan, mengarahkan, membina, mendorong peningkatan mutu pendidikan, sehingga supervisi pendidikan dibagi menjadi dua bagian yaitu supervisi akademik dan supervisi manajerial. 

Pembicaraan tentang supervisi akademik telah lama muncul dalam diskursus teori dan konsep ilmu yang tertuang dalam buku-buku dan telah ada dalam praktek di lapangan pendidikan persekolahan, akan tetapi secara legal formal pengawasan atau supervisi akademik baru muncul setelah diterbitkannya Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 12 Tahun 2007 Tentang Standar Pengawas Sekolah/Madrasah. 

Secara etimologis supervisi akademik terdiri dari kata supervisi dan akademik. Untuk pengertian supervisi telah dijelaskan pada bagian awal bab ini, maka dalam bagian ini penulis akan menjelaskan arti dari kata akademik saja . 

Kata akademik berasal dari bahasa Inggris academy berasal dari bahasa Latin academia, kata yang disebut terakhir ini berasal dari bahasa Yunani academeia yang mempunyai beberapa makna, salah satunya berarti suatu masyarakat atau kumpulan orang-orang terpelajar, kata akademik juga mempunyai bermacam-macam makna antara lain yaitu yang bersifat teoritis bukan praktis, kajian yang lebar dan mendalam bukan kajian teknis dan konvensional, dan sangat ilmiah (Tim, 2001 a : 84).

Kata akademik dalam konteks sekolah, dipertautkan dengan segala hal yang berhubungan dengan penguasaan ilmu pengetahuan yang harus dikuasai oleh siswa setelah mengikuti proses pembelajaran, sehingga yang disebut kegiatan akademik adalah kegiatan proses pembelajaran dan hal-hal lain yang terkait dengan itu misalnya penyusunan jadwal akademik pembelajaran dan silabinya. 

Setelah mengatahui pengertian akademik secara bahasa, maka penulis paparkan pengertian akademik secara terminologis. Yang dimaksud supervisi akademik adalah supervisi yang mengarah pada pengendalian dan pembinaan bidang akademik melalui kegiatan dan proses pembelajaran di sekolah agar hasil belajar siswa menjadi lebih baik (Tim, 2001 a : 86). Dengan demikian supervisi akademik adalah kegiatan pengawasan yang ditujukan untuk memperbaiki kondisi-kondisi dalam upaya meingkatkan kualitas produk didik melalui usaha memotivasi, membimbing, membina, dan mengarahkan orang-orang yang terkait dengan kegiatan akademik. 

Inti supervisi secara umum pada hakekatnya bermuara pada supervisi akademik, karena penyelenggaraan pendidikan di sekolah, kegiatan pokoknya adalah kegiatan akademik, sedang kegiatan lainnya seperti kegiatan administrasi manajerial merupakan instrumen untuk mencapai kegiatan pokoknya itu. 

Melihat betapa pentingnya supervisi akademik dalam proses penyelenggaraan pendidikan di sekolah maka supervisi akademik mempunyai fungsi-fungsi antara lain; pembinaan kurikulum, perbaikan proses pembelajaran, dan mengembangkan profesi dalam melaksanakan program pembelajaran. 

Setelah membahas tentang supervisi akademik, maka berikut penulis paparkan tentang supervisi manajerial. Sebelum membahas tentang supervisi manajerial, perlu kita fahami bahwa supervisi pendidikan adalah supervisi yang dilakukan dalam praktek penyelenggaraan pendidikan, oleh karenanya pembidangan supervisi menjadi supervisi akademik dan supervisi manajerial didasarkan pada pembidangan praktek penyelenggaraan pendidikan. 

Secara garis besar praktek penyelenggaraan pendidikan di sekolah dapat dibagi menjadi dua bidang yaitu bidang akademik dan bidang manajerial. Bidang akademik meliputi bidang pengajaran yang terwujud dalam kegiatan proses pembelajaran dan hal lain yang berkait langsung dengan itu. Sedang bidang manajerial adalah bidang di luar bidang akademik. Ada juga yang menyebut supervisi manajerial dengan sebutan supervisi administratif (Thaib, 2005 : 91). 

Administrasi manajerial secara resmi digunakan setelah terbitnya Permendiknas Nomor 12 Tahun 2007 Tentang Standar Pengawas Sekolah/Madrasah. Yang menjadi ruang lingkup supervisi manajerial dalam Permendiknas tersebut adalah pengelolaan dan administrasi pendidikan berdasarkan manajemen peningkatan mutu pendidikan, serta pelaksanaan standar nasional pendidikan.

Tujuan dan Sasaran Supervisi
Segala kegiatan yang dilakukan dalam lingkup pendidikan selalu sadar tujuan, begitu pula kegiatan supervisi juga mempunyai tujuan, akan tetapi tidak ada satu rumusan baku tentang tujuan supervisi, walaupun demikian rumusa-rumusan tujuan supervisi yang dikemukakan para ahli pada intinya sama, hanya berbeda redaksionalnya saja, jika ditemukan perbedaan sifatnya tidak subtansial dan saling melengkapi. Tujuan supervisi adalah untuk mengembangkan situasi proses pembelajaran yang lebih baik melalui pembinaan dan peningkatan profesi mengajar. 

Secara lebih terperinci tujuan superevisi adalah (Burhanuddin, 2005 : 100) : 
  • Meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses pembelajaran. 
  • Mengendalikan penyelenggaraan bidang tehnis edukatif di sekolah sesuai dengan ketentuan dan kebijakan yang telah ditetapkan. 
  • Menjamin agar kegiatan sekolah berlangsung sesuai dengan ketentuan yang berlaku, sehingga berjalan lancar dan memperoleh hasil yang optimal. 
  • Menilai sekolah dalam pelaksanaan tugasnya, 
  • Memberikan bimbingan langsung untuk memperbaiki kesalahan, kekuranga, membantu memecahkan masalah yang dihadapi sekolah. 
Menurut Mulyasa, tujuan supervisi adalah membantu dan memberikan kemudahan kepada para guru untuk belajar bagaimana meningkatkan kemampuan mereka guna mewujudkan tujuan belajar peserta didik. Selanjutnya Mulyasa mengutip pendapat Ametembun, bahwa tujuan supervisi antara lain (Mulyasa, 2003 : 157) : 
  • Membina kepala sekolah dan guru untuk lebih memahami tujuan pendidikan dan peranan sekolah dalam mewujudkan tujuan tersebut. 
  • Memperbesar kesanggupan kepala sekolah dan guru untuk mempersiapkan peserta didiknya menjadi anggota masyarakat yang lebih efektif. 
  • Membina kepala sekolah dan guru mengadakan diagnosis secara kritis terhadap aktifitasnya dan kesulitan proses pembelajaran serta mendorong mereka melakukan perbaikan. 
  • Memperbesar semangat guru-guru dan meningkatkan motivasi berprestasi untuk mengoptimalkan kinerja secara maksimal. 
  • Membantu kepala sekolah dan guru dalam mengevaluasi aktivitasnya untuk mengembangkan aktivitas dan kreativitas peserta didik. 
  • Mengembangkan rasa persatuan dan kesatuan diantara guru 
Sahertian merumuskan bahwa tujuan supervisi adalah memberikan layanan dan bantuan untuk meningkatkan kualitas mengajar guru di kelas yang pada gilirannya untuk meningkatkan kualitas belajar siswa (Sahertian, 2000 : 29). 

Ada lima tujuan supervisi pendidikan pada umumnya yaitu (Rifai, 1987 : 39 – 46) : 
  • Membantu guru agar dapat lebih mengerti dan menyadari tentang tujuan pendidikan. 
  • Membantu guru dalam mrmahami kebutuhan siswa dan mengembangkan potensinya.
  • Membantu guru untuk mengembangkan potensinya melalui kelebihankelebihan yang dimilikinya, bukan untuk mencari-cari kekurangannya. 
  • Membantu guru untuk meningkatkan kemampuan mengajar dalam proses pembelajaran. 
  • Membantu guru menemukan kesulitan belajar siswa dan langkah untuk mengatasinya. 
Secara spesifik dalam masalah supervisi akademik yang menjadi tujuannya adalah (Hasan,2002 : 18) : 
  • Agar terjadi proses pembelajaran yang mengikuti prinsip belajar tuntas tanpa harus mengorbankan target kurikulum . 
  • Agar terjadi peningkatan semangat guru dalam mengajar dan minat siswa dalam mempelajari mata pelajaran yang diajarkan. 
  • Agar terwujud suasana sadar dan peduli terhadap mutu pendidikan di sekolah di kalangan guru, siswa, kepala sekolah, dan semua pihak yang terkait. 
Setelah diuraikan mengenai tujuan supervisi, maka pembahasan berikutnya adalah mengenai sasaran supervisi Adapun yang menjadi sasaran supervisi adalah (Sahertian, 2000 : 29) : 
  • Mengembangkan kurikulum yang sedang dilaksanakan di sekolah. 
  • Meningkatkan proses pembelajaran di sekolah. 
  • Mengembangkan seluruh staf di sekolah. 
Menurut hemat penulis, sasaran supervisi yang dikemukakan oleh Sahertian adalah sasaran yang dilihat dari subtansi mengapa supervisi harus dilakukan, jika sasaran supervisi dilihat dari obyek terhadap siapa supervisi akademik harus dilakukan maka akan membawa pengertian yang berbeda sebagaimana dikemukakan oleh Hasan, bahwa sasaran supervisi akademik adalah : guru dan siswa dengan sasaran utama yaitu tingkat keberhasilan proses pembelajaran (Hasan,2002 : 18 = 19). Dari uraian ini penulis menambahkan bahwa yang menjadi sasaran supervisi akademik tidak hanya guru dan siswa tetapi juga Kepala Madarasah dan pihak lain yang terkait di sekolah, sebab betapa penting peran Kepala Madrasah dalam kesuksesan proses pembelajaran

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pengertian Supervisi Akademik Dan Supervisi Manajerial Menurut Ahli"

Posting Komentar

Blog ini jauh dari kata sempurna sehingga memerlukan Saran dari Sobat Pembaca