Pengertian Pelayanan Pengguna Menurut Ahli

Pengertian Pelayanan Pengguna
Pelayanan pengguna merupakan pelayanan yang diberikan oleh suatu perpustakaan sehubungan dengan pemanfaatan koleksi. Pada dasarnya kegiatan pelayanan pengguna mengandung pengertian penyebarluasan informasi dan bahan pustaka pada pengguna. Untuk itu, pustakawan harus mengusahakan agar pengguna dapat memanfaatkan informasi bahan pustaka semaksimal mungkin. Berdasarkan uraian di atas maka dapat dikatakan pelayanan pengguna merupakan pelayanan yang diberikan oleh suatu perpustakaan sehubungan dengan pemanfaatan koleksi. Menurut Lasa (1994:122) pelayanan pengguna adalah “mencakup semua kegiatan pelayanan kepada pengguna yang berkaitan dengan pemanfaatan, penggunaan koleksi perpustakaan dengan tepat guna dan tepat waktu untuk kepentingan pengguna perpustakaan”.

Sementara menurut Wahyudi (1994:123), pengertian pelayanan pengguna secara umum adalah “kegiatan yang melayani peminjaman bahan pustaka”. Berdasarkan ke dua pendapat di atas dapat di simpulkan bahwa pelayanan pengguna adalah keseluruhan proses peminjaman bahan pustaka sampai pada pengguna. 2.2.2 Tujuan Pelayanan Pengguna Perpustakaan pada umumnya diharapkan dapat memberikan pelayanan kepada pengguna perpustakaan agar bahan pustaka yang ada dapat dimanfaatkan baik bahan koleksi umum maupun koleksi rujukan sesuai dengan jenis pelayanan yang ada. Serta pelayanan yang diberikan dapat memberikan kepuasan kepada pengguna perpustakaan dalam mencari informasi yang diinginkan. Sehingga pengguna perpustakaan tidak merasa bosan untuk terus berkunjung ke perpustakaan. Pelayanan pengguna merupakan kegiatan penting dalam suatu perpustakaan. Menurut Lasa (1994:2), tujuan pelayan pengguna adalah :
a. Supaya mereka mampu memanfaatkan koleksi tersebut semaksimal mungkin.
b. Mudah diketahui siapa yang meminjam koleksi tertentu, dimana alamatnya serta kapan koleksi itu harus dikembalikan.
c. Terjaminnya pengembalian dan peminjaman dalam waktu yang jelas, dengan demikian keamanan bahan pustaka akan terjamin.
d. Diperoleh data kegiatan perpustakaan terutama yang berkaitan dengan pemanfaatan koleksi.
e. Apabila terjadi pelanggaran akan diketahui.

Sistem Pelayanan Pengguna 
Sistem pelayanan pengguna pada perpustakaan, pada umumnya dapat dilaksanakan melalui dua cara. Menurut Sumarji (1992:64) dua cara pelayanan tersebut adalah dengan sistem layanan terbuka (Opened Acscess) dan sistem layanan tertutup (Closed Accesss). Salah satu dari kedua sistem pelayanan pengguna inilah yang biasa diterapkan pada sebuah perpustakaan. Tetapi ada beberapa perpustakaan besar yang menggunakan kedua sistem layanan sekaligus. Masing-masing sistem mempunyai kelebihan dan kelemahan, tinggal tergantung pada perpustakaan tersebut untuk memilih sistem mana yang akan dipakai.

Sistem Layanan Tertutup (Closed Access) 
Sistem layanan tertutup merupakan pelayanan sirkulasi yang tidak memungkinkan pengguna memilih dan mengambil sendiri bahan pustaka yang tersedia. Anggota yang ingin meminjam buku harus memilih dan mencari buku melalui catalog yang berfungsi sebagai wakil buku yang dimiliki perpustakaan. Kemudian buku yang diminta akan dicarikan oleh petugas perpustakaan. Setelah ditemukan maka buku tersebut akan diproses peminjamannya dan untuk selanjutnya diserahkan kepada pengguna yang membutuhkan. Sistem layanan tertutup ini juga memiliki kelebihan dan kelemahan. Lasa (1994:4), mengemukakan beberapa kelebihan dan kelemahan dari sistem tertutup yaitu: 

a. Kelebihan
1. Daya tampung koleksi menjadi lebih banyak, karena jajaran rak satu dengan yang lain lebih dekat.
2. Susunan buku akan lebih teratur dan tidak mudah rusak.
3. Kerusakan dan kehilangan koleksi lebih sedikit bila dibandingkan dengan sistem terbuka.

b. Kelemahan
1. Banyak energi yang dibutuhkan pada bagian sirkulasi.
2. Terdapat sejumlah koleksi yang tidak pernah keluar/dipinjam.
3. Sering menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan misal terjadi salah pengertian antara pengguna dengan pustakawan.
4. Terjadi antrian panjang pada saat peminjaman maupun pengembalian buku keadaan ini berarti membuang waktu.

Sistem Layanan Terbuka (Opened Access) 
Opened Access adalah salah satu sistem pelayanan pengguna pada perpustakaan. Dalam buku Pedoman Penyelenggaraan Perpustakaan (1986:25) dinyatakan bahwa : ”Pelayanan sirkulasi dengan sistem terbuka merupakan pelayanan sirkulasi yang memungkinkan para pengguna secara langsung memilih dan mengambil sendiri bahan pustaka yang dikehendaki”.

Pada sistem ini anggota perpustakaan dapat masuk ke ruangan tempat penyimpanan bahan pustaka. Petugas hanya mengawasi saja, tidak perlu membantu mereka dalam mencari buku, karena pengunjung dianggap mampu menemukan apa yang dicari. Segala fasilitas telah disediakan dengan disertai petunjuk-petunjuk yang jelas, misal katalog yang dilengkapi dengan petunjuk pemakaian dan sebagainya. Setelah buku ditemukan, kemudian pengguna menyerahkan pada petugas perpustakan untuk diproses. Lasa (1994:4) mengemukakan beberapa kelebihan dan kelemahan sistem layanan terbuka ini, diantaranya: 

a. Kelebihan
1. Kartu-kartu katalog tidak mudah rusak, karena sedikit yang menggunakannya. Pada umumnya mereka langsung menuju rak buku untuk memilih sendiri.
2. Menghemat tenaga. Sebab dalam sistem ini petugas tidak perlu mengambilkan. Petugas hanya mencatat dan kemudian mengembalikan buku-buku yang telah dibaca maupun yang dikembalikan hari itu ditempat.
3. Judul-judul yang diketahui dan dibaca lebih banyak.
4. Akan segera diketahui judul buku yang sedang di pinjam, nama dan alamat peminjam.

b. Kelemahan
1. Frekuensi kerusakan lebih besar.
2. Memerlukan ruangan yang lebih luas. Sebab letak rak satu dengan yang lain memerlukan jarak yang longgar.
3. Susunan buku menjadi tidak teratur. Oleh karena itu pustakawan harus sering mengadakan ‘reshelving’.
4. Pemula yang datang ke perpustakaan tersebut untuk mencari buku sering bingung.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pengertian Pelayanan Pengguna Menurut Ahli"

Posting Komentar

Blog ini jauh dari kata sempurna sehingga memerlukan Saran dari Sobat Pembaca