Pengertian Keterampilan Sosial Menurut Ahli

Pengertian Keterampilan Sosial
Pada awal manusia dilahirkan belum bersifat sosial, dalam artian belum memiliki kemampuan dalam berinteraksi dengan orang lain. Kemampuan sosial anak diperoleh dari berbagai kesempatan dan pengalaman bergaul dengan orang-orang di lingkungannya. Kebutuhan berinteraksi dengan orang lain telah dirasakan sejak usia enam bulan, disaat itu mereka telah mampu mengenal manusia lain, terutama ibu dan anggota keluarganya. Anak mulai mampu membedakan arti senyum dan perilaku sosial lain, seperti marah (tidak senang mendengar suara keras) dan kasih sayang. 

Merrel (2008:1) memberikan pengertian keterampilan sosial sebagai perilaku spesifik, inisiatif, mengarahkan pada hasil sosial yang diharapkan sebagai bentuk perilaku seseorang. Combs & Slaby (dalam Cartledge & Milburn, 1992:7) memberikan pengertian keterampilan sosial adalah kemampuan berinteraksi dengan orang lain dalam konteks sosial dengan caracara yang khusus yang dapat diterima secara sosial maupun nilai-nilai dan disaat yang sama berguna bagi dirinya dan orang lain. Sedangkan Matson dan Ollendick (Widyanti, 2008:48) menerjemahkan keterampilan sosial sebagai kemampuan seseorang dalam beradaptasi secara baik dengan kingkungannya dan menghindari konflik saat berkomunikasi baik secara fisik maupun verbal.

Hargie (1998:1) memberikan pengertian keterampilan sosial sebagai kemampuan individu untuk berkomunikasi efektif dengan orang lain baik secara verbal maupun nonverbal sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada pada saat itu, dimana keterampilan ini merupakan perilaku yang dipelajari. Matson (1998:1) mengatakan bahwa keterampilan sosial membantu seseorang untuk dapat menyesuaikan diri dengan standar harapan masyarakat dalam norma-norma yang berlaku di sekelilingnya Keterampilan-keterampilan sosial tersebut meliputi kemampuan berkomunikasi, menjalin hubungan dengan orang lain, menghargai diri sendiri dan orang lain, mendengarkan pendapat atau keluhan dari orang lain, memberi atau menerima feedback, memberi atau menerima kritik, bertindak sesuai norma dan aturan yang berlaku, dan lainlain. (Satria, http://id.shvoong.com, diakses tanggal 11 april 2012) 

Menurut Suardi (1979:56) keterampilan sosial adalah suatu kemahiran dalam bergaul dengan oranglain. Sementara itu, Surya (1988:4-5) menyatakan bahwa keterampilan sosial adalah perangkat perilaku tertentu yang merupakan dasar bagi tercapainya interaksi sosial secara efektif. 

Dari kutipan di atas dapatlah dimengerti bahwa semakin bertambah usia anak maka semakin kompleks perkembangan sosialnya, dalam arti mereka semakin membutuhkan orang lain. Tidak dipungkiri lagi bahwa manusia adalah makhluk sosial yang tidak akan mampu hidup sendiri, mereka butuh interaksi dengan manusia lainnya, interaksi sosial merupakan kebutuhan kodrati yang dimiliki oleh manusia. Berdasarkan pendapat dari beberapa ahli dapat ditarik kesimpulan bahwa keterampilan sosial merupakan cara anak dalam melakukan interaksi baik dilihat dari bentuk perilaku maupun dalam bentuk komunikasi dengan orang lain. 

Pruett menjelaskan bahwa anak dapat belajar sejumlah keterampilan sosial melalui kegiatan bermain bersama anak-anak lain. (http://content.scholastic.com, diakses tanggal 5 maret 2013) . Sedangkan menurut Beaty (Afiati, 2005:14) menjelaskan bahwa beberapa aspek penting dalam mengembangkan keterampilan sosial anak meliputi : 
  1. Belajar untuk melakukan kontak dan bermain bersama anak yang lain, 
  2. Belajar untuk berinteraksi dengan teman sebaya untuk saling memberi, 
  3. Belajar untuk bergaul dengan anak lain dan berinteraksi secara harmonis, 
  4. Belajar untuk melihat dari sudut pandang anak lain, 
  5. Belajar untuk menunggu giliran,
  6. Belajar untuk berbagi dengan yang lain, 
  7. Belajar untuk menghargai hak-hak oranglain, 
  8. Belajar untuk menyelesaikan atau mengatasi konflik dengan oranglain. 
Demikian pula Beaty menjelaskan bahwa terdapat empat dimensi keterampilan sosial yang berkembang pada saat anak melakukan kegiatan bermain, antara lain : 

(1) inisiatif untuk beraktivitas bersama teman sebaya, misalnya dengan memulai percakapan dengan anak, bisa berupa pertanyaan ataupun ajakan atau inisiatif untuk beraktivitas dengan teman sebaya. 

Meliputi indikator: 
  • Menyapa teman 
  • Mengajak teman bermain
(2) Bergabung dalam permainan (memasuki kegiatan bermain). Dalam hal ini keterampilan berkomunikasi memegang peranan yang penting untuk mendapat penerimaan kelompok bermain. Dua indikator yaitu: 
  • Ikut bergabung dalam permainan. 
  • Terlibat aktif dalam permainan. 
(3) Memelihara peran selama kegiatan bermain berjalan. Selain diperlukan kemampuan dalam melakukan percakapan (keterampilan berbicara) sehingga dapat dipahami anak lain, anak juga diharapkan memiliki keterampilan untuk mendengarkan, berbagi dan bekerja sama dengan orang lain. Dalam penelitian ini digunakan enam indikator yang menunjukkan kemampuan memelihara peran dalam bermain meliputi: 
  • Menyesuaikan aktivitas sesuai dengan tuntutan peran dalam bermain 
  • Tidak memaksakan kehendak kepada teman bermain 
  • Memberikan respon yang tepat kepada teman bermain 
  • Membantu teman bermain yang membutuhkan pertolongan 
  • Menerima bantuan teman bermain 
(4) Mengatasi konflik interpersonal pada saat bermain berlangsung. Konflik antar anak yang sering terjadi dalam kegiatan bermain biasanya karena rebutan mainan, peran ataupun giliran. kegiatan bermain meliputi empat indikator, antara lain: 
  1. Mengabaikan sumber konflik dengan melanjutkan permainan (tidak bertengkar).
  2. Sabar menunggu giliran dengan mengalihkan perhatian sehingga konflik tidak berlanjut 
  3. Tidak berebut mainan dengan melakukan negosiasi atau mengkompromikan tuntutan sendiri dengan tuntutan teman bermain 
Berdasarkan pengertian dan pendapat tentang indikator keterampilan sosial yang dinyatakan Para ahli, diambil indikator-indikator dari dimensi keterampilan sosial dari Beaty, yaitu sebagai berikut: 
  1. Adanya inisiatif untuk beraktivitas dengan teman sebaya . 
  2. Bergabung dalam permainan 
  3. Memelihara peran dalam bermain 
  4. Mengatasi konflik dalam bermain. 
Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Keterampilan Sosial Anak Perkembangan keterampilan sosial anak sangat dipengaruhi oleh kondisi anak dan lingkungan sosialnya, baik orangtua, teman sebaya dan masyarakat sekitar. Apabila kondisi anak dan lingkungan sosial dapat memfasilitasi atau memberikan peluang terhadap perkembangan anak secara positif maka anak akan mencapai keterampilan sosial yang baik. 

Faktor- faktor yang dapat mempengaruhi keterampilan sosial anak antara lain faktor internal, faktor eksternal dan faktor eksternal dan internal. Natawidjaya (dalam Setiasih, 2006:13-14) menjelaskan bahwa faktor internal merupakan faktor yang dimiliki manusia sejak dilahirkan yang meliputi kecerdasan, bakat khusus, jenis kelamin, dan sifat-sifat kepribadiannya. Faktor luar yaitu yang dihadapi oleh individu pada waktu dan setelah anak dilahirkan serta terdapat pada lingkungan seperti keluarga, sekolah, teman sebaya, dan lingkungan masyarakat. Faktor internal eksternal adalah faktor yang terpadu antara faktor luar dan dalam yang meliputi sikap, kebiasaan, emosi dan kepribadian. 

Peneliti dapat menyimpulkan bahwa keterampilan sosial anak bisa didapat dari faktor anak itu sendiri, faktor dari luar dan gabungan antara faktor dari dalam diri anak dan faktor luar. Faktor dari dalam diri anak sudah ada sejak dilahirkan yang sudah terbentuk sejak awal dan bisa dikembangkan. Sedangkan faktor dari luar terbentuk karena pengaruh dan dorongan dari lingkungan. Anak yang memiliki keterampilan sosial yang baik bisa di dapat dari gabungan kedua faktor tersebut, yaitu karena bakat dari dirinya sendiri dan pengaruh dan masukan yang didapat anak dari luar.

Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "Pengertian Keterampilan Sosial Menurut Ahli"

Blog ini jauh dari kata sempurna sehingga memerlukan Saran dari Sobat Pembaca