Pengertian Guru Menurut Ahli

Pengertian Guru 
Di dalam masyarakat, dari yang paling terbelakang sampai yang paling maju, guru memegang peranan penting hampir tanpa kecuali, guru merupakan satu diantara pembentuk-pembentuk utama calon warga masyarakat.

Secara leksikal, guru diartikan sebagai "orang yang pekerjaannya atau mata pencahariannya mengajar". Dalam pengertian yang sederhana, guru adalah orang yang memberikan ilmu pengetahuan kepada anak didik. Sedangkan dalam UU RI No. 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional menegaskan bahwa: pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan, pelatihan, serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, terutama bagi pendidik pada Perguruan Tinggi. Menurut Zakiyah Darajat, guru adalah pendidik profesional karena secara implisit ia telah merelakan dirinya menerima dan memikul sebagian tanggungjawabnya pendidikan yang terpikul di pundak para orang tua.

Dalam bukunya "beberapa aspek dasar kependidikan "Soeryosubroto, juga memberikan definisi, pendidik adalah orang dewasa yang bertanggung jawab memberi pertolongan kepada anak didik dalam perkembangan jasmani dan rohaninya, agar mencapai tingkat kedewasaan, mampu berdiri sendiri dan memenuhi tingkat kedewasaannya, mampu berdiri sendiri memenuhi tugasnya sebagai hamba dan khalifah Allah SWT, dan mampu sebagai makhluk sosial, dan sebagai makhluk individu yang mandiri".

Peran dan tanggung jawab guru dalam pendidikan sangat berarti. Apalagi dalam konteks pendidikan Islam, semua aspek kependidikan dalam Islam terkait dengan nilai-nilai (value bond), yang melihat guru bukan saja pada penguasaan material-pengetahuan, tetapi juga pada investasi nilai-nilai moral dan spiritual yang diembannya untuk ditransformasikan ke arah pembentukan kepribadian Islam, guru dituntut bagaimana membimbing, melatih dan membiasakan anak didik berperilaku yang baik. Karena itu, eksistensi guru tidak saja mengajarkan tetapi sekaligus mempraktekkan ajaran-ajaran dan nilai-nilai kependidikan Islam.

Guru adalah orang yang sangat berpengaruh dalam proses belajar mengajar. Oleh karena itu, guru harus betul-betul membawa siswanya kepada tujuan yang ingin dicapai. Guru harus mampu mempengaruhi siswanya. Guru harus berpandangan luas dan kriteria bagi seorang guru ialah harus memiliki kewibawaan. Guru yang memiliki kewibawaan berarti memiliki kesungguhan, suatu kekuatan, sesuatu yang dapat memberikan kesan dan pengaruh.

Setiap orang yang akan melaksanakan tugas guru harus punya kepribadian. Disamping punya kepribadian yang sesuai dengan ajaran Islam, guru agama lebih dituntut lagi untuk mempunyai kepribadian guru. Guru adalah seorang yang seharusnya dicintai dan disegani oleh muridnya. Penampilannya dalam mengajar harus meyakinkan dan tindak tanduknya akan ditiru dan diikuti oleh muridnya. Guru merupakan tokoh yang akan ditiru dan diteladani. Dalam melaksanakan tugasnya sebagai pendidik, ia juga mau dan rela serta memecahkan berbagai masalah yang dihadapinya, terutama masalah yang langsung berhubungan dengan proses belajar mengajar. 

Syarat-syarat Guru 
Menurut Malik Fajar, tugas guru di masa depan itu berat. Karena harus menjalankan tugas mengajar, mendidik dan membimbing peserta didik untuk menyongsong masa depan. Dalam perspektif pendidikan Islam, keberadaan, peranan dan fungsi guru merupakan keharusan yang tak bisa diingkari. Tidak ada pendidikan tanpa "kehadiran" guru. Guru merupakan penentu arah dan sistematika pembelajaran mulai dari kurikulum, sarana, bentuk-pola, sampai kepada usaha bagaimana anak didik seharusnya belajar dengan baik dan benar dalam rangka mengakses diri akan pengetahuan dan nilai-nilai hidup. Guru merupakan resi yang berperan sebagai pemberi pentunjuk ke arah masa depan anak didik yang lebih baik. Lebih dari hal tersebut di atas, Dr. Hossein Nasr, Dr. Baloch, Dr. Aroosi dan Dr. Badawi menegaskan pula bahwa poros pusta dari sistem pendidikan apapun adalah pengajar.

Syarat-syarat guru sebagaimana tercantum dalam pasal 42 UU RI No. 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional yakni :
a. Pendidik harus memiliki kualifikasi minimum dan sertifikasi sesuai dengan jenjang kewenangan mengajar, sehat jasmani dan rokhani serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
b. Pendidik untuk pendidikan formal pada jenjang pendidikan usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah dan pendidikan tinggi dihasilkan oleh perguruan tinggi yang terakreditasi.
c. Ketentuan mengenai kualifikasi pendidikan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. 

Menurut Ag. Soejono seorang guru yang baik harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :
a. Memiliki kedewasaan umur.
b. Sehat jasmani dan rohani.
c. Memiliki keahlian dan kemampuan dalam mengajar.
d. Harus berkesusilaan dan berdedikasi tinggi.

Karena pekerjaan guru adalah pekerjaan profesional maka untuk menjadi guru menurut Oemar Hamalik harus memiliki persyaratan sebagai berikut :
a. Harus memiliki bakat sebagai guru.
b. Harus memiliki keahlian sebagai guru.
c. Memiliki kepribadian yang baik dan terintegrasi.
d. Memiliki mental yang sehat.
e. Berbadan sehat.
f. Memiliki pengalaman dan pengetahuan yang luas.
g. Guru adalah manusia berjiwa pancasila.
h. Guru adalah seorang warga negara yang baik.

Syarat yang perlu dipenuhi seorang guru agar usahanya berhasil dengan baik ialah :
a. Dia harus mengerti ilmu mendidik sebaik-baiknya sehingga segala tindakannya dalam mendidik disesuaikan dengan jiwa anak didiknya.
b. Dia harus memiliki bahasa yang baik dan menggunakannya sebaik mungkin. Sehingga bahasanya itu dapat menimbulkan perasaan yang halus pada anak.
c. Dia harus mencintai anak didiknya, sebab cinta senantiasa mengandung arti menghilangkan kepentingan diri sendiri untuk keperluan lain.

Menurut Akhyak, mengingat perkembangan zaman yang senantiasa berubah maka guru di era sekarang apalagi dimasa mendatang perlu mengantisipasi perubahan zaman secara proaktiv, dinamis, dan kreatif, melalui penyiapan potensi diri yang berkualitas unggul dan kompetitif.

Oleh karena itu, guru sebagai pendidik generasi mendatang perlu memiliki persyaratan-persyaratan sebagai berikut :
a. Dari segi kualifikasi, guru perlu memiliki kelayakan akademik yang tidak sekedar dibuktikan dengan gelar dan ijasah, tetapi harus ditopang oleh kualitas diri yang unggul dan profesional.
b. Dari segi kepribadian, guru perlu memiliki kepribadian yang tinggi, yang dihiasi dengan akhlak mulia dalam segala perilakunya.
c. Dari segi pembelajaran, guru perlu memahami ilmu teori dan praktek pendidikan dan kurikulum. Mampu mendesain program pembelajaran yang baik. Mampu mengimplementasikan program pembelajaran dengan seni pembelajaran yang efektif. Mampu mengevaluasi pembelajaran secara potensial. Dan sebagai titik akhirnya adalah mampu mengantarkan pembelajaran peserta didik dengan sukses.
d. Dari segi sosial, guru sebagai pendidik perlu memiliki kepekaan sosial dalam menghadapi fenomena sosial disekitarnya, karena guru adalah satu elemen masyarakat yang memiliki sumber daya yang berbeda kualitasnya dibanding dengan elemen masyarakat yang lain.
e. Dari segi religius, guru perlu memiliki komitmen keagamaan yang tinggi, yang dimanifestasikan secara cerdas dan kreatif dalam kehidupannya.
f. Dari segi psikologis, guru perlu memiliki kemampuan mengenal perkembangan jiwa anak, baik aspek intelektual, emosional, dan spiritual. Pengembangan secara proporsional terhadap ketiga aspek kecerdasan tersebut perlu mendapat perhatian guru secara maksimal.
g. Dari segi strategi, guru perlu memperkaya diri dengan berbagai metode, pendekatan dan teknik pembelajaran yang lebih memiliki kehandalan dalam mengantarkan peserta didik mencapai tujuan pembelajarannya. 

Tugas Guru 
Guru memiliki banyak tugas baik yang terikat oleh dinas maupun di luar dinas, dalam bentuk pengabdian. Apabila kita kelompokkan, terdapat tiga jenis tugas: yakni tugas dalam bidang profesi, tugas kemanusiaan dan tugas dalam bidang kemasyarakatan. Tugas guru sebagai profesi meliputi mendidik, mengajar dan melatih. Mendidik berarti meneruskan dan mengembangkan nilai-nilai hidup, mengajar berarti meneruskan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sedangkan melatih berarti mengembangkan keterampilan-keterampilan pada siswa.

Tugas guru dalam bidang kemanusiaan di sekolah harus dapat menjadikan dirinya sebagai orang tua kedua. Ia harus mampu menarik simpati sehingga ia menjadi idola para murid atau siswanya. Pelajaran apapun hendaknya dapat menjadi motivasi bagi siswanya dalam belajar. Bila seorang guru dalam penampilannya sudah tidak menarik, maka kegagalan pertama adalah ia tidak akan dapat menanamkan benih pengajarannya kepada para siswanya. Tugas guru dalam kemasyarakatan adalah bahwa masyarakat menempatkan guru pada tempat yang lebih terhormat dilingkungannya karena dari seorang guru diharapkan masyarakat dapat memperoleh ilmu pengetahuan, bahkan guru pada hakekatnya merupakan komponen strategis yang memiliki peran yang penting dalam menentukan gerak menuju kehidupan bangsa, bahkan keberadaan guru merupakan faktor "Condisio sine quanom" yang tidak mungkin digantikan oleh komponen manapun dalam kehidupan bangsa sejak dulu, terlebih-lebih pada era kontemporer ini.

Seorang guru sangat berperan sekali dalam dunia pendidikan, salah satu tugas yang harus dilaksanakan oleh guru di sekolah ialah memberikan pelayanan kepada para siswa agar mereka menjadi siswa atau anak didik selaras dengan tujuan sekolah itu. Sesungguhnya guru sangat besar jasanya dalam mengantarkan harkat dan martabat manusia. Oleh karena itu, guru perlu mendapatkan penghargaan yang sesuai dari semua pihak. Penghargaan terhadap guru bukan sekedar tuntutan para guru, namun merupakan kewajiban kita untuk melakukannya. Sejelek-jelek guru, mereka sudah berbuat untuk anak-anak kita. Dalam tradisi Islam, ustadz (biasanya diartikan dengan guru ngaji) dihargai dan sangat tinggi penghargaan terhadapnya. Irsyad Ustadzin (petunjuk guru) merupakan salah satu syarat untuk dapat memperoleh ilmu.

Masyarakat menundukkan guru pada tempat yang terhormat dalam kehidupan masyarakat, yakni didepan memberi suri tauladan, ditengah-tengah memberi semangat, dan dibelakang memberi dorongan dan motivasi (Ing Ngarso Sung Tulodho, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani). Kedudukan guru yang demikian itu senantiasa relevan dengan zaman dan sampai kapanpun diperlukan. Kedudukan seperti itu merupakan penghargaan masyarakat yang tidak kecil artinya bagi para guru, sekaligus merupakan tantangan yang menuntut prestasi dan prestasi yang senantiasa teruji dan terpuji dari setiap guru. Bukan hanya di depan kelas, di dalam sekolah akan tetapi juga di tengah-tengah masyarakat.

Kehidupan modern yang menuju kearah profesionalisme menuntut kedudukan seorang guru sebagai pekerjaan profesional. Juga menuntut profesionalisme sesuai dengan tuntutan perubahan masyarakat. Profesi guru-guru yang profesional bukan hanya sekedar alat untuk transmisi kebudayaan tetapi mentransformasikan kebudayaan ini kearah budaya yang dinamis yang menuntut penguasaan ilmu pengetahuan, produktivitas yang tinggi dan kualitas karya yang dapat bersaing. Guru profesional bukan lagi merupakan sosok yang berfungsi sebagai robot tetapi merupakan dinamisator yang mengantar potensi-potensi peserta didik kearah kreativitas.

Dalam konteks masyarakat muslim, pengajar haruslah orang yang sangat mematuhi Islam, bukan hanya dalam penampilannya saja tapi juga dalam batinnya. Dia haruslah orang yang baik dan saleh, yang merasa bahwa menjadi tanggungjawabnyalah melatih para muridnya agar menjadi orang-orang muslim yang baik, yaitu pria dan wanita yang mau mempelajari nilai hukum moral Islam, yang akan menjalani kehidupan mereka sesuai dengan etika yang diajarkan Al-Qur'an, yang perbuatannya akan dijadikan teladan oleh para pemuda.

Soejono merinci tugas pendidik sebagai berikut :
1. Wajib menemukan pembawaan yang ada pada anak-anak didik dengan berbagai cara seperti observasi, wawancara, melalui pergaulan, angket, dan sebagainya.
2. Berusaha mendorong anak didik mengembangkan pembawaan yang baik dan menekan perkembangan pembawaan yang buruk agar tidak berkembang.
3. Memperlihatkan kepada anak didik tugas orang dewasa dengan cara memperkenalkan berbagai bidang keahlian, keterampilan, agar anak didik memilihnya dengan cepat.
4. Mengadakan evaluasi setiap waktu untuk mengetahui apakah perkembangan anak didik berjalan dengan baik.
5. Memberikan bimbingan dan penyuluhan tatkala anak didik menemui kesulitan dalam mengembangkan potensinya.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pengertian Guru Menurut Ahli"

Posting Komentar

Blog ini jauh dari kata sempurna sehingga memerlukan Saran dari Sobat Pembaca