Pengertian Brand Image Menurut Ahli

Pengertian Brand Image 
Menurut Keller (2008), mendefinisikan brand image sebagai berikut: brand image is consumers perception about brand, as reflected by the brand association held in consumer memory. 

Menurut Setiadi (2003), brand image adalah keseluruhan persepsi terhadap suatu merek yang dibentuk dengan memproses informasi dari berbagai sumber setiap waktu.

Sedangkan menurut Rangkuti (2004), brand image adalah sekumpulan asosiasi merek yang terbentuk dan melekat di benak konsumen.

Menurut Aaker (2000), faktor-faktor yang menjadi tolak ukur Brand Image, sebagai berikut:
(1) Product Atributes Sebuah merek bisa menimbulkan atau memunculkan atribut-atribut tertentu pada barang atau jasa dalam pikiran konsumen yang mengingatkan pada karakteristik merek tersebut. 
(2) Consumer Benefit. Sebuah merek harus bisa memberikan suatu nilai dan manfaat tersendiri ketika konsumen membeli dan mengkonsumsi produk tersebut. 

Consumer benefit terdiri dari: 
(a) Functional Benefit. 
Merupakan serangkaian keuntungan yang didapat oleh konsumen ketika produk dapat melaksanakan fungsi utamanya. 

(b) Emotional Benefit. 
Merupakan serangkaian keuntungan yang didapatkan oleh konsumen karena produk memberikan atau memunculkan perasaan yang positif kepada diri konsumen. 

(c) Self Expressive Benefit. 
Merupakan serangkaian keuntungan yang didapat konsumen ketika sebuah merek dianggap bisa mewakili ekspresi dari seorang konsumen. 

(3) Brand Personality. 
Didefinisikan sebagai merek yang memiliki seperangkat karakter personal yang akan diasosiasikan konsumen terhadap merek tertentu. 

(4) User Imagery.
Didefinisikan sebagai serangkaian dari karakteristik manusia yang terhimpun dalam suatu asosiasi dengan ciri-ciri atau tipikal dari konsumen yang menggunakan atau mengkonsumsi merek tersebut.

(5) Organizational Association. 
Konsumen seringkali menghubungkan produk yang dibeli dengan kredibilitas perusahaan pembuat produk. Hal ini kemudian mempengaruhi persepsi terhadap sebuah barang atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan tersebut.

(6) Brand Customer Relationship. 
Sebuah merek harus dapat menciptakan hubungan dengan konsumennya . Hal ini bisa diukur dengan tujuh dimensi : 
(a) Behaviorial Interdependence
Konsumen dan merek produk saling bergantungan. Tingkah laku konsumen mempunyai peranan penting dalam hubungan dengan merek. 

(b) Personal Commitment
Antara merek dan konsumen mempunyai komitmen yang sifatnya pribadi dalam diri konsumen terhadap merek. 

(c) Love and Passion
Hubungan antara merek dan konsumen sifatnya berdasarkan perasaan cinta dan keinginan. 

(d) Nostalgic Connection
Antara konsumen dan merek mempunyai hubungan yang sifatnya nostalgia bagi konsumen ketika melihat produk tersebut

(e) Self Concept Connection
Hubungan merek dengan konsumen adalah terhadap konsep diri konsumen tentang merek yang dilihatnya.

(f) Intimacy
Tingkat hubungan dengan merek berdasarkan hubungan keintiman.

(g) Partner Quality
Hubungan konsumen dengan merek digambarkan seperti sahabat dan partner.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pengertian Brand Image Menurut Ahli"

Posting Komentar

Blog ini jauh dari kata sempurna sehingga memerlukan Saran dari Sobat Pembaca