Pengertian Olahraga Menurut Ahli

Pengertian Olahraga
Pengertian olahraga menurut Jayawardana (2010:1) merupakan kemampuan dasar yang dimiliki manusia yang bisa dikembangkan dan dilatih untuk kepentingan kesehatan bagi dirinya.

Hal tersebut menunjukkan bahwa olahraga itu mungkin sama tuanya dengan keberadaan manusia itu sendiri. Olahraga memiliki tujuan dan cara-cara yang berguna untuk meningkatkan kemampuan manusia dalam beradaptasi dengan alam dan lingkungan tempat tinggalnya.

Secara umum banyak sekali manfaat yang kita peroleh dari berolahraga.
Berolahraga secara teratur akan menjaga kesehatan dan meningkatkan kebugaran tubuh. Aliran darah menjadi lancar sehingga proses pengangkutan nutrisi ke seluruh jaringan tubuh menjadi lancar pula. Begitu pula halnya dengan suplai oksigen ke otak menjadi lebih cepat dan banyak sehingga membantu dalam meningkatkan konsentrasi dan kejernihan berpikir.

Bahkan Daniel Landers, seorang profesor pendidikan olahraga dari Arizona State University, menemukan manfaat lain olahraga untuk otak manusia. Menurut Daniel Landers, (dalam Jawardana, 2010:28-29) manfaat olahraga bagi otak alah sebagai berikut :

a. Meningkatkan kemampuan otak
Latihan Fisik yang rutin dapat meningkatkan konsentrasi, kreativitas dan kesehatan mental. Karena olahraga dapat meningkatkan jumlah oksigen dalam darah dan mempercepat aliran darah menuju otak. Para ahli percaya bahwa hal-hal itu dapat mendorong reaksi fisik dan mental yang lebih baik.

b. Membantu menunda proses penuaan
Riset membuktikan bahwa latihan sederhana seperti jalan kaki secara teraturdapat membantu mengurangi penurunan mental pada wanita di atas 65 tahun. Semakin sering dan lama mereka melakukannya, penurunan mental pun kian lambat.

c. Mengurangi stres
Olahraga dapat mengurangi kegelisahan. Bahkan lebih jauh lagi, bisa membantu kita mengendalikan amarah. Latihan aerobik dapat meningkatkan kemampuan jantung dan membuat kita lebih cepat mengatasi stres. Aktivitas seperti jalan kaki, berenang, bersepeda dan lari merupakan cara terbaik mengurangi stres.

d. Menaikkan daya tahan tubuh
Olahraga yang dilakukan secara rutin meskipun tidak terlalu lama atau olahraga yang dilakukan dengan santai dapat meningkatkan zat-zat kimia dalam otak seperti adrenalin, serotonim, dopamin dan endrofin. Zat-zat kimia tersebut memiliki fungsi yang berkaitan dengan daya tahan tubuh.

e. Memperbaiki kepercayaan diri
Umumnya semakin mahir seseorang dalam suatu jenis aktivitas, kepercayaan dirinya pun akan meningkat. Bahkan suatu riset membuktikan bahwa remaja yang aktif berolahraga merasa lebih percaya diri dibandingkan dengan temantemannya yang tidak melakukan olahraga.

Dalam bukunya Jawardana (2010:29-30) menyatakan bahwa berdasarkan tujuannya, olahraga mempunyai empat tujuan dasar yaitu pencegahan, pengobatan, pemulihan dan peningkatan kesehatan. Secara lebih rinci dijelaskan bahwa, tujuan dasar olahraga yaitu :

a. Pencegahan penyakit
Bagaimanapun juga mencegah lebih baik daripada mengobati. Itulah slogan kesehatan yang sering kita kenal. Salah satu cara untuk mencegah agar tubuh tidak mudah sakit yaitu dengan cara berolahraga dengan teratur serta memakan makanan yang mengandung nutrisi yang seimbang

b. Pengobatan penyakit
Olahraga dapat membantu proses penyembuhan penyakit kardiovaskular, kencing manis, rematik, asma, keropos tulang dan sebagainya. Peredaran darah orang yang berolahraga lebih lancar sehingga racun yang menumpuk dalam tubuh cepat dikeluarkan.

c. Pemulihan rasa sakit
Olahraga membantu dalam proses pemulihan dari sakit. Berolahraga secara teratur dapat meningkatkan imunitas tubuh, sehingga tubuh tidak rentanterhadap organisme patogen. Olahraga juga perlu dilakukan oleh penyandangcacat agar organ tubuh yang cacat tersebut dapat cepat pulih atau normal kembali. Bahkan, beberapa penderita cacat tubuh dapat menunjukkan prestasi yang sangat baik di bidang olahraga tertentu.

d. Peningkatan kesehatan
Orang yang bebas dari penyakit belum tentu dinyatakan sehat. Sehat atau tidaknya seseorang dapat dilihat dari kebugarannya. Latihan fisik yang teratur dan terukur, disertai dengan makan makanan yang bergizi, akan sangat membantu menjaga dan meningkatkan kebugaran seseorang. Kebugaran itu ditandai oleh daya tahan jantung, otot, kelenturan tubuh, proporsi tubuh, kecepatan gerak, kelincahan, denyut nadi dan lain sebagainya.

Olah raga merupakan suatu aktivitas yang dapat memberikan manfaat kepada masyarakat. Aktivitasnya yang bila dilakukan dengan benar dan tetapi, akan menghasilkan hidup yang berkualitas. Olah raga juga dapat dibentuk dan disusun sebagai kegiatan pembelajaran, oleh karena itu, Pendidikan Luar Sekolah harus mampu memberikan suatu kontribusi yang dapat menjadikan kegiatan olah raga yang bersifat edukatif. Sehingga Kelompok Belajar Olah Raga (KBO) harus mampu ditinjau dari aspek keilmuan Pendidikan Luar Sekolah. Pelaksanaan program Kelompok Belajar Olah Raga (KBO) sebagai suatu pendekatan kegiatan pembelajaran pada Pendidikan Luar Sekolah dalam rangka meningkatkan kesadaran olah raga.

Program Pembinaan Olahraga
Program merupakan salah satu komponen yang dapat menjalankan sebuah sistem. Demikian halnya dengan sistem pembinaan olahraga, sudah seharusnya memiliki sebuah program yang mampu menunjang keberlangsungan sistem tersebut.

Dari penjelasan tentang pengertian program dan pengertian olahraga maka dapat disimpulkan bahwa program dalam pembinaan olahraga yang terpenting adalah melakukan latihan secara rutin, teratur dan tentu saja harus terbimbing. Selain latihan rutin, bentuk latihan yang kerap dijalani para anggota tim Kelompok Belajar Olahraga adalah dengan mengadakan sparing (bertandang dan bertanding di desa/kelurahan lain yang memiliki komunitas olahraga). Meski belum memiliki catatan gemilang, keikutsertaan sebuah Kelompok Belajar Olahraga dalam turnamen dalam dan antar kabupaten, mengisyaratkan bahwa warga belajar dianggap telah siap untuk berinteraksi tanpa perlu rendah diri.

Dalam dunia olahraga terdapat beberapa cabang olahraga yang dapat dijadikan sebagai pembinaan. Sehingga dalam penentuan cabang olahraga yang dapat dibina melalui kelompok belajar olahraga, dapat dilakukan melalui penelusuran minat serta bakat dan antusias masyarakat terhadap sebuah cabang olahraga. Hal ini dilakukan agar pelaksanaan kegiatan dalam sebuah Kelompok Belajar Olahraga dapat terlaksana secara optimal karena adanya dukungan dari masyarakat itu sendiri.

Program keolahragaan yang dapat dilakukan melalui kelompok belajar olahraga antara lain meliputi : cabang olahraga Bola Voli, cabang olahraga sepak bola, cabang olahraga bulu tangkis, cabang olahraga takraw, dan cabang olahraga tenis meja. Pada intinya semua cabang olahraga yang lebih banyak dapat dilakukan dengan mudah dan menarik minat masyarakat secara lebih luas.

a. Bola Voli
Permainan ini diciptakan oleh William C. Morgan, seorang guru Young Man Christian’s Association (YMCA), Massachusset, Amerika pada tahun 1895. Pada tahun 1948, barulah dibentuk organisasi Bola Voli dunia yaitu International Volley Ball Federation (IVBF). Bangsa Indonesia mengenal olahraga ini pada waktu penjajahan. Induk bola voli Indonesia adalah Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) yang dibentuk tahun 1955. Pada dasarnya, olahraga bola voli dimainkan oleh dua regu saling berhadapan dengan masing-masing regu berjumlah enam orang dan cadangan sebanyak 6 orang juga. Setiap regu hanya diperbolehkan memainkan bola di daerah pertahanannya sebanyak-banyaknya tiga pukulan oleh orang yang berbeda. Lapangan permainan bola voli berbentuk empat persegi panjang dengan ukuran panjang 18 meter dan lebar 9 meter, (dalam Ancelo, 2007:19-20).

Menurut Dieter (2008:35) permainan bola voli merupakan jenis permainan bola besar yang berbentuk bulat yang terbuat dari bahan lunak atau kulit dengan bahan karet di bagian dalamnya. Berdiameter 65m-67m, ukuran berat bola voli 250gram-280gram. Selain itu permainan bola voli juga menggunakan sebuah jaring yang disebut dengan net, berbentuk empat persegi panjang yang dibuat dari anyaman benang.

b. Sepak Bola
Menurut Charlim, dkk (2010:1) konon sepak bola berasal dari Inggris. Dalam sejarah sepak bola modern, abad ke-19, pemerintah Inggris mengakui bahwa sepak bola merupakan alat penyehat rakyat. FIFA adalah badan tertinggi olahraga sepak bola. FIFA mengeluarkan segala peraturan bermain sepak bola yang meliputi peraturan pemain, pelatih dan wasit. Sedangkan menurut Ancelo (2007:15-17) permainan sepak bola di Indonesia, dipopulerkan pada zaman penjajahan Belanda. Olahraga ini dimainkan di lapangan rumput oleh dua regu atau dua kesebelasan yang saling berhadapan. Tujuan permainan sepak bola adalah memasukkan ke gawang lawan sebanyak-banyaknya dan mempertahankan daerah sendiri dari serangan lawan. Teknik dasar memainkan bola adalah dengan menggunakan kaki dan seluruh anggota tubuh, kecuali tangan.

Lapangan sepak bola berbentuk empat persegi panjang dengan ukuran panjang 100-110m dan lebar 64-75m, jumlah pemain setiap regu adalah 11 orang, termasuk 1 orang penjaga gawang. Oleh karena itu sepak bola sering disebut sebagai kesebelasan. Pertandingan sepak bola dipimpin oleh satu orang wasit dan dibantu dua orang penjaga garis. Sedangkan lamanya permainan sepak bola adalah 90 menit yang dibagi menjadi dua babak. Masing-masing 45 menit.

c. Bulu Tangkis
Menurut Ancelo (2007:15-17) permainan bulu tangkis pertama kali dimainkan di Inggris, tepatnya di kota Badminton pada tahun 1883. Asosiasi bulu tangkis dibentuk pada tahun 1890. Bangsa Indonesia kemudian mengenal permainan bulutangkis sebelum tahun lima puluhan. Pada tahun 1951, dibentuklah Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI).

Pada dasarnya, bulu tangkis adalah cabang olahraga yang dimainkan dengan raket dan bola yang dipukul melampaui jaring yang direntangkan di tengah lapangan. Lapangan bulu tangkis sendiri berbentuk empat persegi panjang dengan ukuran panjang 13.40m dan lebar 6.40m. Bolanya terbuat dari 14-16 helau bulu ayam atau bahan sejenis dengan ukuran panjang bulu 60-70mm dengan diameter gabus25-28mm.

Hakikat Kelompok Belajar Olahraga (KBO)
Kelompok Belajar Olahraga atau yang sering disingkat dengan KBO merupakan salah satu bentuk dari pelaksanaan Pendidikan Luar Sekolah. Di mana bentuk pendidikan ini lebih difokuskan pada pembinaan olahraga bagi masyarakat di sekitarnya.

Tujuan pendirian sebuah Kelompok Belajar Olahraga (KBO) tidak terlepas dari adanya keinginan untuk melaksanakan program-program pendidikan masyarakat, pembinaan generasi muda, dan pembinaan olahraga dengan tugas melaksanakan program-program pendidikan olahraga pada suatu desa/kelurahan tertentu.

Program keolahragaan yang dapat dilakukan melalui kelompok belajar olahraga antara lain meliputi latihan bagi pembina dan pelatih, KBO Bola Voli, KBO Sepak Bola, KBO Bulu Tangkis, KBO Takraw, dan KBO Tenis Meja. Pada intinya semua cabang olahraga yang lebih banyak dapat dilakukan dengan mudah dan menarik minat masyarakat secara lebih luas.

Selain itu salah satu hal yang penting adalah melalui Kelompok Belajar Olahraga (KBO), warga belajar dapat menyalurkan hobi mereka dalam berolahraga, serta memperoleh pembinaan yang sesuai sehingga mampu dalam meningkatkan prestasi masyarakat tersebut.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pengertian Olahraga Menurut Ahli"

Posting Komentar

Blog ini jauh dari kata sempurna sehingga memerlukan Saran dari Sobat Pembaca