Pengertian Kompetensi Guru PAI Menurut Ahli

Kompetensi Guru PAI 
1. Pengertian Kompetensi Guru
Pendidikan merupakan sesuatu yang penting dan utama dalam konteks pembangunan bangsa dan negara. Hal ini dapat terlihat dari tujuan nasional bangsa Indonesia yang salah satunya yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa yang menempati posisi yang strategis dalam pembukaan UUD 1945. Dalam situasi pendidikan, khususnya pendidikan formal di sekolah, guru merupakan komponen yang paling penting dalam meningkatkan mutu pendidikan. Ini disebabkan guru berada di barisan terdepan dalam pelaksanaan pendidikan. Gurulah yang langsung berhadapan dengan peserta didik untuk mentransfer ilmu pengetahuan dan teknologi sekaligus mendidik dengan nilai-nilai positif melalui dengan bimbingan dan keteladanan. 

Guru adalah pendidik yang berbakti membimbing peserta didik untuk membentuk manusia Indonesia seutuhnya yang berjiwa pancasila. Ngainun Naim dalam bukunya “Menjadi Guru Inspiratif” mendevinisikan bahwa guru adalah sosok yang rela mencurahkan sebagian besar waktunya untuk mengajar dan mendidik siswa, sementara penghargaan lain dari sisi material, misalnya sangat jauh dari harapan. Sedang menurut Oemar Hamalik mendevinisikan guru adalah suatu jabatan profesional yang harus memenuhi kriteria profesional, yang meliputi syarat-syarat fisik, mental / kepribadian, keilmuan / pengetahuan, dan ketrampilan.

Dengan beberapa devinisi mengenai guru seperti telah disebutkan di atas, guru atau pendidik merupakan sosok yang seharusnya mempunyai banyak ilmu, mau mengenalkan sungguh-sungguh ilmunya tersebut dalam proses pembelajaran dalam makna yang luas, toleran, dan berusaha menjadikan siswanya memiliki kehidupan yang lebih baik. Dengan kata lain, guru merupakan komponen yang paling berpengaruh terhadap terciptanya proses dan hasil pendidikan yang berkualitas dan untuk mewujudkannya guru harus memiliki minimal dasar-dasar kompetensi sebagai wewenang dan kemampuan dalam menjalakan tugas. Dengan demikian, upaya perbaikan apapun yang dilakukan untuk meningkatkan pendidikan tidak akan memberikan sumbangan yang signifikan tanpa didukung oleh guru yang profesional dan berkompeten. Oleh karena itu, diperlukanlah sosok guru yang mempunyai kualifikasi, kompetensi dan dedikasi yang tinggi dalam menjalankan tugas profesionalnya.

Satu kunci pokok tugas dan kedudukan guru sebagai tenaga profesional dijelaskan dalam pasal 4 UU Guru dan Dosen bahwa kedudukan guru sebagai tenaga profesional berfungsi untuk meningkatkan martabat dan peran guru sebagai agen pembelajaran berfungsi untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional. Hakikat keprofesinalan jabatan guru tidak akan terwujud hanya dengan mengeluarkan pernyataan bahwa guru adalah jabatan/pekerjaan professional, meskipun pernyataan ini dikeluarkan dalam bentuk peraturan resmi. Oleh karena itu, guru harus mempunyai kepribadian yang baik, karena kepribadian adalah unsur yang menentukan keakraban hubungan guru dan anak didik, serta guru bukan saja dituntut untuk lebih aktif mencari informasi yang dibutuhkan, akan tetapi ia juga harus mampu menyeleksi berbagai informasi, sehingga dapat menunjukan kepada siswa informasi yang dianggap perlu dan penting untuk kehidupan mereka.

Sebagai agen pembelajaran guru memiliki peran sentral dan cukup strategis. Sebagaiama dijelaskan oleh Pullias dan Young yang dikutip oleh Mulyasa bahwa:

Peran guru sedikitnya ada 19, yakni: guru sebagai pendidik, pengajar, pembimbing, pelatih, penasehat, pembaharu (innovator), model dan teladan, pribadi, peneliti, pendorong, kreativitas, pembangkit pandangan, pekerja rutin, pemindah kemah, pembawa ceritera, actor, emancipator, evaluator, pengawet, dan sebagai kulminator.

Oleh karena itu, agar proses pembelajaran bisa efektif dan efesien harus di dukung dengan faktor pengetahuan guru. Guru tanpa mempunyai pengetahuan dan skill yang memadahi, maka bisa dipastikan akan mengalami kesulitan mentransferkan ilmu pengetahuan dan juga bisa menyesatkan peserta didik. Sehingga tujuan pendidikan yang telah di rencanakan akan sulit untuk dicapai. Shulman mengenalkan tujuh kategori utama pengetahuan yang merupakan kategori dasar pengetahuhan guru kelas dan yang diperlukan agar praktik mengajar reflektif dan berhasil, yaitu:
  • Pengetahuan mengenai isi pelajaran.
  • Pengetahuan pengajaran umum, dengan utama mengacu ke prinsip dan strategi utama pengolaan dan pengaturan ruang kelas yang lebih penting dari pokok masalah mata pelajaran.
  • Pengetahuan kurikulum, yang terutama mencari-cari materi dan program yang bertindak sebagai “alat pertukaran” bagi guru.
  • Pengetahun isi pengajaran, campuran khusus antara isi pelajaran dan pengajaran yang merupakan bidang guru bentuk khusus pemahaman professional mereka sendiri.
  • Pengetahuan tentang murid dan karakteristiknya.
  • Pengetahuan tentang konteks pendidikan, yang berkisar dari pengelolaan kelompok atau ruang kelas.
  • Pengetahuan tentang hasil akhir, tujuan, dan nilai pembelajaran berserta dasar filosofis dan historisnya.
Dalam lembaga persekolahan, tugas utama guru adalah mendidik dan mengajar. Agar tugas utama tersebut dapat dilaksanakan dengan baik, ia perlu memiliki kualifikasi tertentu, yaitu profesionalisme.

Guru yang profesional pada intinya adalah orang yang memiliki keahlian dan kemampuan khusus dalam bidang keguruan sehingga ia mampu melakukan tugas dan fungsinya sebagai guru dengan kemampuan maksimal. Kompetensi berasal dari kata competency, yang berarti kemampuan atau kecakapan. Menurut kamus bahasa Indonesia sebagaimana yang dikutip oleh Mulyasa, bahwa “kompetensi dapat diartikan kekuasaan (kewenangan) untuk menentukan atau memutuskan suatu hal”.

Istilah kompetensi guru mempunyai banyak makna, sebagaimana menurut pakar pendidikan dapat kita lihat sebagai berikut:
  • Charles mengatakan, sebagaimana yang dikutip oleh Mulyasa bahwa "kompetensi merupakan perilaku yang rasional untuk mencapai tujuan yang dipersyaratkan sesuai dengan kondisi yang diharapkan".
  • Undang-Undang No. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen dijelaskan bahwa "kompetensi adalah seperangkat pengetahuan, ketrampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh guru dan dosen dalam melaksanakan tugas keprofesionalan".
  • Menurut Usman sebagaimana yang dikutip Kunandar, kompetensi adalah “suatu hal yang menggambarkan kualifikasi atau kemampuan seseorang, baik yang kualitatif maupun yang kuantitatif”.
Dari beberapa pengertian di atas dapat disarikan bahwa pengertian kompetensi guru adalah seperangkat penguasaan kemampuan yang harus ada dalam diri guru agar dapat mewujudkan kinerjanya secara tepat dan efektif. Dari beberapa uraian tersebut tampak bahwa kompetensi mengacu kepada kemampuan melaksanakan sesuatu yang diperoleh melalui pendidikan. 

Namun, jika pengertian kompetensi guru tersebut dikaitkan dengan pendidikan agama Islam yakni pendidikan yang sangat penting bagi kehidupan manusia, terutama dalam mencapai ketentraman bathin dan kesehatan mental pada umumnya. Agama Islam merupakan bimbingan hidup yang paling baik, pencegah perbuatan salah dan munkar yang paling ampuh, pengendali moral yang tiada taranya. Maka kompetensi guru agama Islam adalah kewenangan untuk menentukan pendidikan agama Islam yang akan diajarkan pada jenjang tertentu di sekolah tempat guru itu mengajar.

Guru agama berbeda dengan guru-guru bidang studi lainnya. Guru pendidikan Islam adalah anggota masyarakat yang beragama Islam yang mengabdikan dan diangkat untuk menunjang penyelenggaraan pendidikan Islam. Guru agama di samping melaksanakan tugas pengajaran, yaitu memberitahukan pengetahuan keagamaan, ia juga melaksanakan tugas pengajaran dan pembinaan bagi peserta didik, ia membantu pembentukan kepribadian, pembinaan akhlak serta menumbuh kembangkan keimanan dan ketaqwaan para peserta didik. Dalam memilih bahan yang akan diajarkan, guru harus berorientasi kepada anak yang akan menerima pelajaran itu. Bahan itu harus disesuaikan dengan fase perkembangan penghayatan keagamaan anak. Anak sekolah rendah (SD) jangan dituntut untuk menghafalkan bacaan-bacaan yang sukar yang bukan merupakan pokok materi yang menjadikan perbuatan ibadah sah. Jangkauan bagi anak itu jangan terlalu jauh dan dalam, sehingga menyulitkan dan membosankan mereka. Setiap guru harus mengerti dan sadar bahwa pengajaran ibadat itu adalah pengajaran kegiatan beramal/bekerja dalam rangka beribadat. Yang diajar harus dapat dengan mudah dan senang mengerjakannya.

Secara umum tujuan pendidikan Islam terbagi kepada; tujuan umum, tujuan sementara, tujuan akhir, dan tujuan operasional. Tujuan umum adalah tujuan yang akan dicapai dengan semua kegiatan pendidikan baik dengan pengajaran atau dengan cara lain. Tujuan sementara adalah tujuan yang akan dicapai setelah anak didik diberi sejumlah pengalaman tertentu yang direncanakan dalam sebuah kurikulum. Tujuan akhir adalah tujuan yang dikehendaki agar peserta didik menjadi manusia-manusia sempurna (Insan kamil) setelah ia menghabisi sisa umurnya. Sementara tujuan operasional adalah tujuan praktis yang akan dicapai dengan sejumlah kegiatan pendidikan Islam dalam perspektif para ulama muslim.

Urgensi dari tujuan pendidikan Islam adalah kepribadian muslim, yaitu suatu kepribadian yang seluruh aspeknya dijiwai oleh ajaran Islam.

Kemampuan guru khususnya guru agama tidak hanya memiliki keunggulan pribadi yang dijiwai oleh keutamaan hidup dan nilai-nilai luhur yang dihayati serta diamalkan. Namun seorang guru agama hendaknya memiliki kemampuan paedagogis atau hal-hal mengenai tugas-tugas kependidikan seorang guru agama tersebut.

2. Urgensi Kompetensi Guru
Proses belajar mengajar merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian perbuatan guru dan siswa atas dasar hubungan timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam proses belajar mengajar tersirat adanya satu kesatuan kegiatan yang tak terpisahkan antara siswa yang belajar dan guru yang mengajar, karena mengajar merupakan segala upaya yang disengaja dalam rangka memberi kemungkinan bagi siswa untuk terjadinya proses belajar sesuai dengan tujuan yang telah dirumuskan. Agar proses pembelajaran dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien, maka guru mempunyai tugas dan peranan yang penting dalam mengantarkan peserta didiknya mencapai tujuan yang diharapkan. Oleh karena itu, sudah selayaknya guru mempunyai berbagai kompetensi yang berkaitan dengan tugas dan tanggungjawabnya. Dengan kompetensi tersebut, maka akan menjadikan guru profesional, baik secara akademis maupun non akademis.

Masalah kompetensi guru merupakan hal urgen yang harus dimiliki oleh setiap guru dalam jenjang pendidikan apapun. Kompetensi merupakan pengetahuan, ketrampilan, dan nilai-nilai dasar yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak. Kebiasaan berfikir dan bertindak secara konsisten dan terus menerus dapat memungkinkan seseorang untuk menjadi kompeten, dalam arti memiliki pengetahuan, ketrampilan, dan nilai-nilai dasar untuk melakukan sesuatu. Guru yang terampil mengajar tentu harus pula memiliki pribadi yang baik dan mampu melakukan social adjustment dalam masyarakat.

Kompetensi guru sangat penting dalam rangka penyusunan kurikulum. Ini dikarenakan kurikulum pendidikan haruslah disusun berdasarkan kompetensi yang dimiliki oleh guru, karena guru memegang peran penting dalam penyusunan dan pelaksanaan kurikulum, dan oleh karenanya guru harus memahami dengan baik masalah kurikulum. Tujuan, program pendidikan, system penyampaian, evaluasi, dan sebagainya, hendaknya direncanakan sedemikian rupa agar relevan dengan tuntutan kompetensi guru secara umum. Dengan demikian diharapkan guru tersebut mampu menjalankan tugas dan tanggung jawab sebaik mungkin.

Dalam hubungan dengan kegiatan dan hasil belajar siswa, kompetensi guru berperan penting. Proses belajar mengajar dan hasil belajar para siswa bukan saja ditentukan oleh sekolah, pola, struktur dan isi kurikulumnya, akan tetapi sebagian besar ditentukan oleh kompetensi guru yang mengajar dan membimbing para siswa. Guru yang berkompeten akan lebih mampu mengelola kelasnya, sehingga belajar para siswa berada pada tingkat optimal.

Agar tujuan pendidikan tercapai, yang dimulai dengan lingkungan belajar yang kondusif dan efektif, maka guru harus melengkapi dan meningkatkan kompetensinya. Di antara kriteria-kriteria kompetensi guru yang harus dimiliki meliputi:
  • Kompetensi kognitif, yaitu kompetensi yang berkaitan dengan intelektual.
  • Kompetensi afektif, yaitu kompetensi atau kemampuan bidang sikap, menghargai pekerjaan dan sikap dalam menghargai hal-hal yang berkenaan dengan tugas dan profesinya.
  • Kompetensi psikomotorik, yaitu kemampuan guru dalam berbagai keterampilan atau berperilaku.
3. Macam-macam Kompetensi Guru
Secara umum, guru harus memenuhi dua kategori yaitu memiliki capability dan loyality, yakni guru itu harus memiliki kemampuan dalam bidang ilmu yang diajarkannya, memiliki kemampuan teoritik tentang mengajar yang baik dan mulai perencanaan, implementasi sampai evaluasi dan memiliki loyalitas keguruan, yakni terhadap tugas-tugas yang tidak semata di dalam kelas, tapi sebelum dan sesudah kelas.

Kedua kategori, capability dan loyality tersebut, terkandung dalam macam-macam kompetensi guru. Sebagaimana dijelaskan dalam Pasal 10 Undang-Undang Republik Indonesia nomor 14 tahun 2005 kompetensi guru meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi social, dan kompetensi profesional.

a. Kompetensi pedagogik
Yang dimaksud dengan kompetensi paedagogik adalah kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik. Kompetensi ini meliputi pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. Kompetensi paedagogik merupakan kemampuan guru dalam pengelolaan pembelajaran peserta didik yang sekurang-kurangnya meliputi hal-hal sebagai berikut :
  1. Pemahaman wawasan / landasan kependidikan.
  2. Pemahaman terhadap peserta didik.
  3. Pengembangan kurikulum / silabus.
  4. Perancangan pembelajaran.
  5. Pelaksanaan pembelajaran yang mendidik dan dialogis.
  6. Pemanfaatan tekhnologi pembelajaran.
  7. Evaliasi Hasil Belajar (EHB).
  8. Pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.
Menurut Permendiknas Nomor 16 Tahun 2007 kompetensi pedagogik guru mata pelajaran terdiri atas 37 buah kompetensi yang dirangkum dalam 10 kompetensi inti seperti disajikan berikut ini. 
  1. Menguasai karakteristik peserta didik dari aspek fisik, moral, spiritual, sosial, kultural, emosional, dan intelektual.
  2. Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik.
  3. Mengembangkan kurikulum yang terkait dengan mata pelajaran yang diampu.
  4. Menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik.
  5. Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan pembelajaran.
  6. Memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliki.
  7. Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik.
  8. Menyelenggarakan penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar.
  9. Memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi untuk kepentingan pembelajaran.
  10. Melakukan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran.
b. Kompetensi kepribadian
Kompetensi Kepribadian adalah kemampuan kepribadian yang mantap, berakhlak mulia, arif dan berwibawa serta menjadi teladan peserta didik.

Dalam standar nasional pendidikan, dikemukakan bahwa yang dimaksud dengan kompetensi kepribadian adalah kemampuan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik dan berakhlak mulia. Kompetensi kepribadian sangat besar pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan perkembangan pribadi para peserta didik, yang meliputi:
  1. Mantap; 
  2. Stabil; 
  3. Dewasa; 
  4. Arif dan bijaksana; 
  5. Berwibawa; 
  6. Berakhlak mulia; 
  7. Menjadi teladan bagi peserta didik dan masyarakat; 
  8. Mengevaluasi kinerja sendiri; dan 
  9. Mengembangkan diri secara berkelanjutan.
Kompetensi kepribadian ini memiliki peran dan fungsi yang sangat penting dalam membentuk kepribadian anak, guna menyiapkan dan mengembangkan sumber daya manusia (SDM) serta mensejahterakan masyarakat, kemajuan negara, dan bangsa pada umumnya.

c. Kompetensi sosial
Kompetensi sosial adalah kemampuan guru sebagai bagian dari masyarakat untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua / wali peserta didik dan masyarakat sekitar. Kompetensi sosial merupakan kemampuan guru sebagai bagian dari masyarakat yang sekurang-kurangnya memiliki kompetensi untuk:
  1. Berkomunikasi secara lisan, tulisan dan isyarat.
  2. Menggunakan teknologi komunikasi dan informasi secara fungsional.
  3. Bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua / wali peserta didik; dan
  4. Bergaul secara santun dengan masyarakat sekitar.
d. Kompetensi profesional
Yang dimaksud kompetensi profesional adalah kemampuan penguasaan materi pelajaran secara luas dan mendalam.

Kompetensi profesional merupakan kemampuan penguasaan materi, pembelajaran secara luas dan mendalam yang memungkinkan membimbing peserta didik memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan dalam standar nasional pendidikan. Adapun ruang lingkup kompetensi profesional sebagai berikut :
  1. Mengerti dan dapat menerapkan landasan kependidikan baik filosofi, psikologis, sosiologis, dan sebagainya.
  2. Mengerti dan dapat menerapkan teori belajar sesuai taraf perkembangan peserta didik.
  3. Mampu menangani dan mengembangkan bidang studi yang menjadi tanggung jawabnya.
  4. Mengerti dan dapat menerapkan metode pembelajaran yang bervariasi.
  5. Mampu mengembangkan dan menggunakan berbagai alat, media dan sumber belajar yang relevan.
  6. Mampu mengorganisasikan dan melaksanakan program pembelajaran.
  7. Mampu melaksanakan evaluasi hasil belajar peserta didik.
  8. Mampu menumbuhkan kepribadian peserta didik.
Dengan diberlakukannya kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) saat ini, dalam hal penilaian atau evaluasi, ditinjau dari sudut profesionalisme tugas kependidikan maka dalam melaksanakan kegiatan penilaian yang merupakan salah satu ciri yang melekat pada pendidik profesional. Seorang pendidik profesional selalu menginginkan umpan balik atas proses pembelajaran yang dilakukannya. Hal tersebut dilakukan karena salah satu indicator keberhasilan pembelajaran ditentukan oleh tingkat keberhasilan yang dicapai peserta didik. Dengan demikian, hasil penilaian dapat dijadikan tolak ukur keberhasilan proses pembelajaran dan umpan balik bagi pendidik untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran yang dilakukan.

Adanya komponen-komponen yang menunjukkan kualitas mengevaluasi akan lebih memudahkan para guru untuk terus meningkatkan kualitas menilainya. Dengan demikian, berarti bahwa setiap guru memungkinkan untuk dapat memiliki kompetensi menilai secara baik dan menjadi guru yang bermutu, yaitu dengan
  • Mempelajari fungsi penilaian.
  • Mempelajari bermacam-macam teknik dan prosedur penilaian.
  • Menyusun teknik dan prosedur penilaian.
  • Mempelajari kriteria penilaian teknik dan proseur penialaian.
  • Menggunakan teknik dan dan prosedur penilaian.
  • Mengolah dan menginterpretasikan hasil penilaian.
  • Menggunakan hasil penilaian untuk perbaikan proses belajar mengajar.
  • Menilai teknik dan prosedur penilaian.
  • Menilai keefektifan program pengajaran.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pengertian Kompetensi Guru PAI Menurut Ahli"

Posting Komentar

Blog ini jauh dari kata sempurna sehingga memerlukan Saran dari Sobat Pembaca