Pengertian Dinamika Kelompok Menurut Ahli

Pengertian Dinamika Kelompok
Dinamika kelompok adalah suatu kelompok yang terdiri dari dua atau lebih individu yang memiliki hubungan psikologis secara jelas antara anggota satu dengan yang lain dan berlangsung dalam situasi yang dialami.

Dinamika berarti tingkah laku warga yang satu secara langsung mempengaruhi warga yang lain secara timbal balik. Jadi dinamika berarti adanya interaksi dan interdependensi antara anggota kelompok yang satu dengan anggota kelompok yang lain secara timbal balik dan antara anggota dengan kelompok secara keseluruhan Slamet Santosa (2009:5). Sedangkan kelompok adalah sejumlah orang atau benda yang berkumpul atau ditempatkan secara bersama-sama atau secara alamiah berkumpul.

Winardi (2007:263) menjelaskan bahwa kelompok adalah Sekumpulan orang-orang yang saling berinteraksi satu sama lain secara teratur selama jangka waktu tertentu, dan mereka beranggapan bahwa mereka saling bergantungan satu sama lain sehubungan dengan upaya mencapai sebuah tujuan umum.

Slamet Santosa (1992: 8) menjelaskan bahwa “Kelompok adalah suatu unit yang terdapat beberapa individu yang mempunyai kemampuan untuk berbuat dengan kesatuannya dengan cara dan atas dasar kesatuan persepsi”.

Mc.David dan Harari (dalam Johnson, 2012 :9) menjelaskan bahwa kelompok adalah suatu sistem yang tersusun dari dua orang atau lebih yang berhubungan sehingga sistem dapat menjalankan fungsinya, mempunyai serangkaian hubungan peran di antara anggotanya dan mempunyai serangkaian norma-norma yang mengatur fungsi kelompok dan tiap-tiap anggotanya.

Dari pengertian dinamika dan kelompok di atas penulis berpandangan bahwa dinamika kelompok merupakan sebuah gambaran terkait stimulus yang terjadi antara individu yang satu dengan individu yang lain maupun individu dengan kelompok yang saling bergantungan dan masing-masing memiliki kemampuan untuk berbuat.

Dinamika Kelompok Sosial
Kelompok sosial bukan merupakan kelompok statis. Setiap kelompok sosial pasti mengalami perkembangan dan perubahan. Beberapa kelompok sosial sifatnya lebih stabil daripada kelompok-kelompok sosial lainnya, atau dengan lain perkataan, strukturnya tidak mengalami perubahan-perubahan yang mencolok. Ada pula kelompok-kelompok sosial mengalami perubahan secara cepat, walaupun tidak ada pengaruh-pengaruh dari luar. Akan tetapi pada umumnya, kelompok sosial mengalami perubahan sebagai akibat proses formasi ataupun reformasi dari pola-pola di dalam kelompok tersebut, karena pengaruh dari luar Soerjono Soekanto, (2005:163).

Di sisi lain, Dinamika kelompok sosial diartikan sebagai proses interaksi dan interdependensi antar anggota kelompok atau antara kelompok yang satu dengan kelompok lain yang dapat mengakibatkan terjadinya perubahan.

Ciri-ciri kelompok sosial
Menurut Muzafer Sherif (dalam Slamet Santosa 2009:37) menjelaskan bahwa ciri-ciri kelompok sosial adalah sebagai berikut:
  1. Adanya dorongan/motif yang sama pada setiap individu sehingga terjadi interaksi sosial sesamanya dan tertuju dalam tujuan bersama.
  2. Adanya reaksi dan kecakapan yang berbeda diantara individu satu dengan yang lain akibat interaksi sosial
  3. Adanya pembentukan dan penegasan struktur kelompok yang jelas, terdiri dari peranan dan kedudukan yang berkembang dengan sendirinya dalam rangka mencapai tujuan bersama.
  4. Adanya penegasan dan peneguhan norma-norma pedoman tingkah laku anggota kelompok yang mengatur interaksi dan kegiatan anggota kelompokdalam merealisasi tujuan kelompok.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa ciri-ciri kelompok sosial adalah terjalinnya interaksi antara individu dengan individu yang lain dalam suatu kelompok untuk mencapai tujuan bersama.

Faktor-faktor Pendorong Dinamika Kelompok sosial
Adapun faktor-faktor pendorong dinamika kelompok sosial adalah sebagai berikut:
  1. Memiliki tujuan yang realistis, sederhana, dan menguntungkan bagi setiap anggota kelompok.
  2. Memiliki kepentingan yang berperan dalam menentukan kekuatan ikatan antar anggota.
  3. Interaksi dalam kelompok merupakan alat perekat yang baik dalam membina kesatuan dan persatuan anggota.
a) Faktor pendorong dari luar kelompok
Faktor faktor terjadinya dinamika kelompok sosial dari luar kelompok adalah sebagai berikut.
  1. Perubahan situasi sosial
  2. Perubahan situasi ekonomi
  3. Perubahan situasi politik
b) Faktor pendorong dari dalam kelompok
Adapun faktor faktor pendorong dari dalam kelompok adalah sebagai berikut.
  • Pergantian anggota kelompok
  • Konflik antar anggota kelompok
  • Perbedaan kepentingan
Hal berikut dapat terjadi apabila terdapat beberapa peristiwa berikut ini.
  1. Terjadi persaingan antara dua kelompok, maka akan menimbulkan stereotip
  2. Kontak antara dua kelompok yang berkonflik tidak akan mengurangi sikap permusuhan.
  3. Tujuan yang harus di capai dengan kerja sama.
  4. Dalam kerja sama dalam mencapai tujuan.
Perubahan Sosial.
Perubahan sosial merupakan gejala yang melekat di setiap masyarakat. Perubahan-perubahan yang terjadi di dalam masyarakat akan menimbulkan ketidaksesuaian antara unsur-unsur sosial yang ada di dalam masyarakat, sehingga menghasilkan suatu pola kehidupan yang tidak sesuai fungsinya bagi masyarakat yang bersangkutan.

Wilbert Moore (dalam Setiadi 2006: 47) memandang bahwa perubahan sosial sebagai “perubahan struktur sosial, pola prilaku dan interaksi sosial”. Setiap perubahan yang terjadi dalam struktur masyarakat atau perubahan dalam organisasi sosial di sebut perubahan sosial. Disisi lain, William F. Ogburn (dalam Setiadi 2006: 48) mengemukakan bahwa ruang lingkup perubahan-perubahan sosial mencakup unsur-unsur kebudayaan yang materiil maupun immaterial dengan menekankan bahwa pengaruh yang besar dari unsur-unsur immaterial.

Gillin dan Gillin (dalam Setiadi 2006: 48) mengatakan bahwa perubahan –perubahan sosial untuk suatu variasi dari cara hidup yang lebih diterima yang disebabkan baik karena perubahan kondisi geografis, ideologi maupun karena adanya difusi aatau perubahan-perubahan baru dalam masyarakat tersebut.

Setiadi (2006: 48) perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi pada lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat yang mempengaruhi sistem sosial termaksud di dalamnya nilai-nilai, sikap-sikap, dan pola perilaku di antara kelompok dalam masyarakat. Menurutnya, antara perubahan sosial dan perubahan kebudayaan memiliki satu aspek yang sama yaitu keduannya bersangkut paut dengan suatu penerimaan cara-cara baru atau suatu perbaikan cara masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya.

Perubahan sosial dalam masyarakat bukan merupakan sebuah hasil atau produk tetapi merupakan sebuah proses. Perubahan sosial merupakan sebuah keputusan bersama yang diambil oleh anggota masyarakat.. Menurut Kurt Lewin perubahan terjadi karena munculnya tekanan-tekanan terhadap kelompok, individu, atau organisasi. Ia berkesimpulan bahwa kekuatan tekanan (driving forces) akan berhadapan dengan penolakan (resistences) untuk berubah. Perubahan dapat terjadi dengan memperkuat driving forces dan melemahkan resistences to change.

Perubahan sosial merupakan bagian dari perubahan budaya. Perubahan dalam kebudayaan mencakup semua bagian, yang meliputi kesenian, ilmu pengetahuan, teknologi, filsafat dan lainnya. Akan tetapi perubahan tersebut tidak mempengaruhi organisasi sosial masyarakatnya. Ruang lingkup perubahan kebudayaan lebih luas dibandingkan perubahan sosial. Namun demikian dalam prakteknya di lapangan kedua jenis perubahan perubahan tersebut `sangat sulit untuk dipisahkan (Soekanto, 1990).
Berangkat dari pengertian perubahan sosial di atas maka dapat disimpulkan bahwa perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi dalam masyarakat atau dalam hubungan interaksi, yang meliputi berbagai aspek kehidupan. Sebagai akibat adanya dinamika anggota masyarakat, merupakan tuntutan kehidupan dalam mencari kestabilannya.

Bentuk-bentuk perubahan sosial
Soerjono Soekanto (2005 : 47) menjelaskan bahwa bentuk-bentuk perubahan sosial meliputi:
1. Perubahan yang terjadi secara lambat dan perubahan yang terjadi secara cepat.
  • Perubahan secara lambat disebut evolusi, pada evolusi perubahan terjadi dengan sendirinya tanpa suatu rencana atau suatu kehendak tertentu. Perubahan terjadi karena usaha-usaha masyarakat untuk menyesuaikan keadaan, dan kondisi-kondisi baru yang timbul dengan pertumbuhan masyarakat.
  • Perubahan secara cepat disebut revolusi. Dalam revolusi, perubahan yang terjadi direncanakan lebih dahulu maupun tanpa rencana.
2. Perubahan-perubahan yang pengaruhnya kecil, dan pengaruhnya besar.
  • Perubahan yang pengaruhnya kecil adalah perubahan pada unsur struktur sosial yang tidak bisa membawa pengaruh langsung atau pengaruh yang berarti bagi masyarakat.
  • Perubahan yang pengaruhnya besar seperti proses industrialisasi pada masyarakat agraris.
3. Perubahan yang dikehendaki dan perubahan yang tak diinginkan.
  • Perubahan yang dikehendaki adalah perubahan bila seseorang mendapatkan kepercayaan sebagai pemimpin.
  • Perubahan sosial yang tidak dikehendaki merupakan perubahan yang terjadi tanpa dikehendaki serta berlangsung dari jangkauan pengawasan masyarakat dan dapat menimbulkan akibat yang tidak diinginkan.
Interaksi sosial
Interaksi adalah proses dimana orang-orang berkomunikasi saling mempengaruhi dalam pikiran dan tindakan. Manusia dalam kehidupan sehari-hari tidaklah lepas dari hubungan satu dengan yang lain. Ada beberapa pengertian interaksi sosial yang ada di lingkungan masyarakat di antaranya:

Menurut H. Booner (dalam Setiadi 2006 : 87) social psychology, memberikan rumusan interaksi sosial, bahwa: ”interaksi sosial adalah hubungan antara dua individu atau lebih, di mana kelakuan individu yang satu mempengaruhi, mengubah, atau memperbaiki kelakuan individu-individu yang lain atau sebaliknya”.

Selanjutnya menurut Gillin dan Gillin (dalam Setiadi 2006 : 87) yang menyatakan bahwa interaksi sosial adalah hubungan-hubungan antara orang-orang secara individual, antar kelompok orang, dan orang perorangan dengan kelompok.

Dalam perkembangannya manusia juga mempunyai kecenderungan sosial untuk meniru dalam arti membentuk diri dengan melihat kehidupan masyarakat yang terdiri dari :
  1. Penerimaan bentuk-bentuk kebudayaan, dimana manusia menerima bentuk-bentuk pembaharuan yang berasal dari luar sehingga dalam diri manusia terbentuk sebuah pengetahuan.
  2. Penghematan tenaga dimana ini adalah merupakan tindakan meniru untuk tidak terlalu menggunakan banyak tenaga dari manusia sehingga kinerja mnausia dalam masyarakat bisa berjalan secara efektif dan efisien.
Manusia membutuhkan sebuah interaksi atau komunikasi untuk membentuk dirinya sendiri malalui proses meniru. Sehingga secara jelas bahwa manusia itu sendiri punya konsep sebagai makhluk sosial.

Yang menjadi ciri manusia dapat dikatakan sebagai makhluk sosial adalah adanya suatu bentuk interaksi sosial didalam hubugannya dengan makhluk sosial lainnya yang dimaksud adalah dengan manusia satu dengan manusia yang lainnya. Secara garis besar faktor-faktor personal yang mempengaruhi interaksi manusia terdiri dari tiga hal yakni :
  • Tekanan emosional. Ini sangat mempengaruhi bagaimana manusia berinteraksi satu sama lain.
  • Harga diri yang rendah. Ketika kondisi seseorang berada dalam kondisi manusia yang direndahkan maka akan memiliki hasrat yang tinggi untuk berhubungan dengan orang lain karena kondisi tersebut dimana orang yang direndahkan membutuhkan kasih sayang orang lain atau dukungan moral untuk membentuk kondisi seperti semula.
  • Isolasi sosial. Orang yang terisolasi harus melakukan interaksi dengan orang yang sepaham atau sepemikiran agar terbentuk sebuah interaksi yang harmonis Manusia adalah makhluk yang selalu berinteraksi dengan sesamanya. Manusia tidak dapat mencapai apa yang diinginkan dengan dirinya sendiri. Sebagai makhluk sosial karena manusia menjalankan peranannya dengan menggunakan simbol untuk mengkomunikasikan pemikiran dan perasaanya. Manusia tidak dapat menyadari individualitas, kecuali melalui medium kehidupan sosial.
Slamet Santosa (2009:10) mendefinisikan Manusia sebagai mahluk sosial, dituntut untuk melakukan hubungan sosial antar sesamanyadalam hidupnyadisamping tuntutan untuk hidup berkelompok. Hubungan sosial merupakan salasatu hubungan yang harus dilaksanakan, mengandung pengertian bahwa dalam hubungan itu setiap individu menyadari tentang kehadirannya di samping kehadiran individu lain.

Hal ini disebabkan bahwa dengan kata sosial berarti hubungan yang berdasarkan adanya kesadaran yang satu terhadap yang lain, ketika mereka saling berbuat, saling mengakui, dan saling mengenal (mutual action dan mutual recognation). Sehingganya, hakikatnya manusia memiliki tiga sifat yang dapat digolongkan kedalam:
  • Manusia sebagai mahluk individual
  • Mnusia sebagai mahluk sosial
  • Manusia sebagai mahluk berketuhanan

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pengertian Dinamika Kelompok Menurut Ahli"

Posting Komentar

Blog ini jauh dari kata sempurna sehingga memerlukan Saran dari Sobat Pembaca