Pengertian Bimbingan Kelompok di Sekolah Dasar Menurut Ahli

Pengertian Bimbingan Kelompok di Sekolah Dasar 
Murid sekolah dasar merupakan individu yang sedang dalam proses perkembangan. Perkembangan mereka dipengaruhi oleh banyak faktor. Salah satunya adalah komunikasi antar pribadi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk membantu murid berkomunikasi dan berinteraksi dengan teman-temannya adalah dengan menyelenggarakan bimbingan kelompok. Seperti yang disebutkan Depdikbud yang dikuti oleh Furqon (2005: 51) menjelaskan tujuan layanan bimbingan disekolah dasar adalah untuk membntu siswa agar dapat memenuhi tugas-tugas perkembangan yang meliputi aspek sosial pribadi, pendidikan dan karir sesuai dengan tuntutan dan lingkungan. Dalam aspek sosial pribadi layanan bimbingan dan konseling salah satunya adalah membantu agar siswa mampu mengembangkan ketrampilan komunikasi antar pribadi. Layanan yang dapat digunakan untuk dapat mengembangkan komunikasi antar pribadi tersebut salah satunya adalah dengan kegiatan bimbingan konseling. Berikut penjelasan tentang bimbingan kelompok di sekolah dasar. 

Pengertian Bimbingan Kelompok 
Bimbingan dan konseling merupakan layanan yang diberikan kepada siswa/ klien oleh guru pembimbing/ konselor yang terdapat dalam pola 17 yang terdiri dari empat bidang bimbingan, tujuh layanan dan lima layanan pendukung. Diantara pemberian layanan tersebut adalah layanan bimbingan kelompok yang dilaksanakan oleh guru pembimbing dalam menangani sejumlah peserta didik. Faktor yang mendasar penyelenggaraan bimbingan kelompok adalah bahwa proses pembelajaran dalam bentuk pengubahan pengetahuan, sikap, dan perilaku termasuk dalam hal pemecahan masalah dapat terjadi melalui proses kelompok. 

Winkel (2006: 565) menyatakan bimbingan kelompok merupakan sarana untuk menunjang perkembangan optimal masing-masing siswa, yang diharapkan dapat mengambil manfaat dari pengalaman pendidikan ini bagi dirinya sendiri. Menurut Wibowo (2005: 17) bimbingan kelompok adalah suatu kegiatan kelompok dimana pemimpin kelompok menyediakan informasi-informasi dan mengarahkan diskusi agar anggota kelompok menjadi lebih sosial atau untuk membantu anggota-anggota kelompok untuk mencapai tujuan bersama. Tohirin (2007: 170) bimbingan kelompok adalah suatu cara memberikan bantuan kepada individu (siswa) melalui kegiatan kelompok. 

Sukardi (2008: 64) menyatakan bimbingan kelompok adalah layanan yang memungkinkan peserta didik secara bersama-sama memperoleh berbagai bahan dari narasumber tertentu (terutama dari pembimbing/konselor) yang berguna untuk menunjang kehidupannya sehari-hari baik individu maupun pelajar, anggota keluarga dan masyarakat serta untuk pertimbangan dalam pengambilan keputusan. Menurut Nurihsan (2003: 31), bimbingan kelompok merupakan bantuan terhadap individu yang dilaksanakan dalam situasi kelompok.bimbingan kelompok dapat berupa penyampaian informasi ataupun aktivitas kelompok membahas masalah-masalah pendidikan, pekerjaan, pribadi dan sosial. 

Menurut Prayitno (2004: 309) menyatakan bahwa bimbingan kelompok merupakan bimbingan yang diberikan dalam suasana kelompok. Sedangkan Gazda dalam Prayitno (1994: 309) kegiatan bimbingan dan konseling disekolah merupakan kegiatan informasi kepada sekelompok siswa untuk membantu mereka menyusun rencana dan keputusan yang tepat. Dari berbagai pengertian bimbingan kelompok diatas dapat disimpulkan bahwa bimbingan kelompok adalah pemberian bantuan kepada sejumlah individu melalui kegiatan kelompok yang dipimpin oleh pemimpin kelompok (konselor) dengan maksud melatih kemampuan dalam bersosialisasi terutama dalam berkomunikasi untuk membahas suatu topik umum, yang aktual dan bukan permasalahan pribadi.

Tujuan Bimbingan Kelompok 
a. Tujuan umum 
Prayitno (2004: 2) tujuan umun layanan bimbingan kelompok adalah bekembangnya kemampuan sosialisasi siswa, khususnya kemampuan komunikasi peserta layanan. Dalam kaitannya ini, sering menjadi kenyataan bahwa kemampuan bersosialisasi/ komunikasi seseorang sering terganggu oleh perasaan, perasaan, pikiran, persepsi, wawasan, dan sikap yang tidak objektif, sempit sempit terkungkung dan tidak efektif. Hal tersebut dapat terjadi karena seseorang mereka tidak dapat mengunggkapkan perasaan mereka sehingga mereka sulit bergaul dan berkomunikasi dengan baik ada perasaan perasaan yang mengganggu yang ia pendam sendiri. Pikiran mereka tidak efektif karena mereka hanya berpikir sendiri tanpa mendiskusikan dengan orang lain dank arena itu terkadang mereka berbuat sesuatu yang mereka pikir benar tapi belum tantu benar menurut orang lain. Wawasan yang dimiliki kurang maksimal sebab tidak pernah berdiskusi dan berbagi informasi dengan orang lain disekitarnya. Sikap yang tidak objektif karena tidak dapat berkomunikasi dan bersosialisasi dengan baik ia tidak dapat menilai sesuatu secara objektif karena sesuatu yang ia lihat hanya menurut pandangan dia saja dengan kata lain bersifat subjektif. 

Dengan adanya layanan bimbingan kelompok hal-hal yang mengganggu atau menghimpit perasaan dapat diungkapkan , dilonggarkan, diringankan melaui berbagai masukan dan tanggapan baru, persepsi dan wawasan yang menyimpang dan/ atau sempit diluruskan dan diperluas melalui pencairan pikiran, penyadaran dan penjelasan, sikap yang tidak objektif, terkungkung dan terkendali, serta tidak efektif digugat didobrak, kalau perlu diganti dengan yang baru yang lebih efektif. Amti (1991: 108) menyatakan tujuan bimbingan kelompok bagi siswa sekolah dasar disamping untuk kepentingan masalah, bimbingan kelompok juga bertujuan untuk mengembangkan pribadi masing-masing anggota kelompoknya. Dari kegiatan bimbingan kelompok yang membicarakan informasi-informasi yang sedang aktual dimasyarakat masalah-maslah yang menarik menurut kelompok akan muncul berbagai suasana baik yang menyenangkan ataupun tidak menyenangkan dari kegiatan dan suasana-suasanan yang terbentuk itulah anggota kelompok dapat mengembangkan pribadinya. 

b. Tujuan khusus 
Prayitno (2004: 3) mengemukakan melalui dinamika kelompok yang intensif, pembahasan topik-topik itu mendorong pengembangan perasaan, pikiran, persepsi, wawasan dan sikap yang menunjang diwujudkannya tingkah laku yang lebih efektif. Dalam dalam hal ini kemampuan berkomunikaasi, verbal maupu non verbal, ditingkatkan. Secara lebih khusus lagi Amti (1991: 109) menambahkan bimbingan kelompok di sekolah dasar bertujuan : 
  1. Melatih murid-murid untuk berani mengemukakan pendapat dihadapan teman, temannya yang pada gilirannya dapat dimanfaatkan untuk ruang lingkup yang lebih besar seperti berbicara di hadapan orang banyak, di forum - forum resmi dan sebagainya. 
  2. Melatih siswa - siswa untuk dapat bersikap terbuka didalam kelompok.
  3. Melatih siswa - siswa untuk dapat membina keakraban berssama teman-teman dalam kelompok khususnya, dan dengan teman teman lain diluar kelompok pada umumnya. 
  4. Melatih siswa - siswa untuk dapat mengendalikan diri dalam kegiatan kelompok. 
  5. Melatih siswa - siswa untuk dapat bersikap tenggang rasa dengan orang lain. 
  6. Melatih siswa - siswa untuk memperoleh ketrampilan sosial. 
  7. Membantu siswa - siswa mengenali dan memahami dirinya dalam berhubungan dengan orang lain. 
Dari berbagai manfaat yang telah disampaikan diatas dapat kita lihat bahwa manfaat khusus yang dari bimbingan kelompok adalah melatih kita untuk dapat berkomunikasi dan berinteraksi dalam kelompok dan pada setting yang lebih luas, baik secara verbal dan non verbal. 

Jenis-jenis bimbingan kelompok 
Dalam bimbingan kelompok terdapat dua jenis bimbingan kelompok yaitu: 

1) Bimbingan Kelompok Bebas 
Kegiatan bimbingan kelompok ini dikatakan bebas karena dalam penyelenggaraannya topik yang dibicarakan adalah topik bebas yang berasal dari para anggota. Prayitno (2004: 27) menyebutkan satu persatu anngota kelompok mengemukakan topik secara bebas, kemudian akan dipilih mana yang akan dibahas pertama, kedua dan seterusnya. Jadi disini masing-masing anggota memberikan topik yang meraka ingin bahas setelah masing-masing mengemukakan topik, berdasarkan persetujuan bersama dipilih salah satu topik dan dibahas bersama-sama. 

2) Bimbingan Kelompok Tugas 
Kegiatan bimbingan kelompok ini dikatakan tugas karena dalam penyelenggaraannya topik yang dibahas adalah tugas dari pemimpin kelompok. Amti (1991: 106) menyatakan tugas yang dikerjakan oleh kelompok itu berasal dari pemimpin kelompok. Pemimpin kelompok mengemukakan suatu tugas pada kelompok untuk selanjutnya dibahas dan diselesaikan oleh anggota kelompok. jadi disini pemimpin memeberikan suatu topik pada anggota tugas anggota adalah membahas topik yang diberikan oleh pemimpin kelompok. Secara tahapan kegiatan antara topik bebas dan tugas adalah sama perbedaanya adalah pada tahap kegiatan. Dalam tahap kegiatan ini ada beberapa rangkainan kegiatan yang dilalui berikut adalah kegiatan yang harus dilalui pada bimbingan kelompok topik bebas : 
  • Masing-masing anggota secara bebas mengemukakan masalah atau topik bahasan 
  • Menetapkan masalah atau topik yang akan dibahas dahulu. 
  • Anggota membahas masing-masing topik secara mendalam dan tuntas. 
  • Kegiatan selingan. 
Sedangkan dalam kegiatan bimbingan kelompok topik tugas, tahapan kegiatan yang harus dalalui adalah sebagai berikut : 
  • Pemimpin kelompok mengemukakan suatu masalah atau topik.
  • Tanya jawab antara anggota dan pemimpin kelompok tentang hal-hal yang belum jelas yang menyangkut masalah atau topik yang dikemukakan pemimpin kelompok. 
  • Anggota membahas masalah atau topik tersebut secara mendalam dan tuntas. 
  • Kegiatan selingan. 
Asas Bimbingan Kelompok 
Dalam penyelenggaraan layanan bimbingan kelompok terdapat kaidah-kaidah yang disebut dengan asa-asas bimbingan kelompok, yaitu ketentuan-ketentuan yang harus diterapkan dalam penyelenggaraan pelayanan. Asas-asas tersebut harus diikuti sehingga dapat terselenggara layanan yang sesuai dengan yang diharapkan. Menurut Prayitno (2004: 13-15) asas-asas dalam penelenggaraan bimbingan kelompok adalah asas kesukarelaan, keterbukaan, kegiatan, kenormatifan, kekinian dan kerahasiaa, penuraian asas - asas dalam bimbingan kelompok adalah sebagai berikut : 

1) Asas kesukrelaan 
Asas kesukarelaan adalah ini adalah dimana anggota kelompok secara sukarela mau mengikuti kegiatan bimbingan kelompok tanpa ada unsur paksaan dari pemimpin kelompok ataupun yang lain sehingga saat mengikuti kegiatan bimbingan kelompok anggota kelompok merasa nyaman tanpa paksaan dan tekanan. Selain kesukarelaan dalam mengikuti kegiatan bimbingan kelompok kesukarelaan juga dibutuhkan dalam kegiatan bimbingan kelompok yaitu anggota kelompok secara sukarela mau mengemukakan pendapat disaat kegiatan bimbingan kelmpok berlangsung tidak perlu diminta atau dipaksa oleh pemimpin kelompok dan anggota kelompok lain. 

2) Asas keterbukaan 
Dalm pelaksanaan bimbingan kelompok sangat diperlukan suasana keterbukaan baik dari anggota kelompok dan pemimpin kelompok. diharapkan seluruh anggota kelompok mau terbuka, terbuka dalam mengungkapkan pendapat, menerima saran-saran dari anggota kelompok lain. Dengan keterbukaan tersebut akan membuat suasana lebih nyaman dan menyenangkan. 

3) Asas kegiatan 
Asas kegiatan harus terselenggara anggota kelompok harus turut aktif dalam kegiatan sehingga kegiatan bimbingan kelompok dapat terselenggara dengan baik. Partisipasi semua anggota kelompok dalam mengemukakan pendapat sehingga cepat tercapainya tujuan bimbingan kelompok dan anggota kelompok dapat menerapkan hasil dari kegiatan bimbingan kelompok. 

4) Asas kekinian 
Topik yang dibahas dalam bimbingan kelompok adalah topik yang sedang ramai dibicarakan orang, yang sedang actual. Hal-hal yang disampaikan anggota kelompok adalah hal yang sedang terjadi sekarang ini. Hal atau pengalaman yang telah lalu hanya sebagai pengalaman yang dapat disangkutpautkan dengan kepentingan pembahasan topik yang terjadi sekarang. 

5) Asas kenormatifan 
Dalam kegiatan bimbingan kelompok anggota kelompok harus memiliki tata karma dan sopan santunbaik dalam kegiatan dan dalam isi pembahasan masalah. Dalam menyampaikan ide dan gagasan hendaknya disampaikan sesuai dengan norma yang ada, gaya bahasa yang menyenangkan, tidak menyinggung dan menyalahkan anggota kelompok. 

6) Asas kerahasiaan 
Segala sesuatu yang dibicarakan dan terjadi dalam kelompok menjadi kerahasiaan keompok itu yang harus dijaga kerahasiaanya. Masalah atau topik yang dibicarakan harus dapat dirahasiakan oleh anggota kelompok. hal-hal yang terjadi di kegiatan bimbingan kelompok juga harus dirahasiakan oleh anggota kelompok, hal-hal tersebut seperti kekurangan dari anggota kelompok lain, kesalahan yang dilakukan anggota kelompok. topik yang dibahas dan hal-hal yang terjadi di dalam kegiatan bimbingan konseling kelompok adalah rahasia didalam kelompok dan tidak boleh desebarluaskan ke luar kelompok. 

Komponen Bimbingan Konseling 
Dalam penyelenggaraan bimbingan kelompok terdapat dua komponen penting yaitu Pemimpin Kelompomk dan anggota kelompok. berikut penjelasannya : 

Pemimpin Kelompok 
Pemimpin kelompok (PK) adalah Konselor yang terlatih dan barwenang menyelenggarakan praktek konseling professional (Prayitno 2004: 4). Sebagaimana untuk jenis layanan konseling lainnya, Konselor memiliki ketrampilan khusus menyelenggarakan BKp dan KKp. Dalam BKp dan KKp tugas PK adalah memimpin kelompok yang bernuansa layanan konseling melalui „bahasa‟ konseling untuk mencapai tujuan - tujuan konseling. Secara khusus, PK diwajibkan menghidupkan dinamika kelompok di antara semua peserta seintensif mungkin yang mengarah kepada pencapaian tujuan - tujuan umum dan khusus tersebut. 

1) Syarat Pemimpin Kelompok 
Prayitno (2004: 5-6 ) menyatakan pemimpin kelompok harus memiliki karakteristik sebagai berikut: 
  • Mampu membentuk dan mengarahkannya sehingga terjadi dinamika kelompok dalam suasana interaksi antara anggota kelompok yang besar, terbuka dan demokratik, konstruktif, saling mendukung dan meringankan beban, menjelaskan, memberikan pencerahan, memberikan rasa nyaman, menggembirakan dan membahagiakan; serta mencapai tujuan bersama kelompok. 
  • Berwawasan luas dan tajam sehingga mampu mengisi, menjembatani, meningkatkan, memperluas dan mensinergiskan konten bahasa yang tumbuh dalam aktifitas kelompok.
  • Memiliki kemampuan hubungan antarpersonal yang hangat dan nyaman, sabar dan memberi kesempatan, demokratik dan kompromistik (tidak antagonistik) dalam mengambil kesimpulan keputusan, tanpa memaksakan dalam ketegasan dan kelembutan, jujur dan tidak berpura - pura, disiplin dan kerja keras. 
Keseluruhan karakteristik di atas membentuk PK yang berwibawa di hadapan dan di tengah - tengah kelompoknya. Kewibawaan ini harus dapat dirasakan secara langsung oleh para anggota kelompok. 

2) Tugas dan Peran Pemimpin Kelompok 
Prayitno (2004: 7-8) menyatakan peran PK dalam mengarahkan suasana kelompok melalui dinamika kelompok adalah: 
  • Pembentukan kelompok dari sekumpulan (calon) peserta (terdiri atas 8-10 orang), sehingga terpenuhi syarat – syarat kelompok yang mampu secara aktif mengembangkan dinamika kelompok, yaitu : 
  1. Terjadi hubungan anatra anggota kelompok, menuju keakraban diantara mereka 
  2. Tumbuhnya tujuan bersama di antara anggota kelompok, dalam suasana kebersamaan 
  3. Berkembangnya itikat dan tujuan bersama untuk mencapai tujuan kelompok 
  4. Terbinanya kemandirian pada diri setiap anggota kelompok, sehingga mereka masing - masing mampu berbicara 
  5. Terbinanya kemandirian kelompok, sehingga kelompok ini berusaha 
  • Penstrukturan, yaitu membahas barsama anggota kelompok apa, mengapa, dan bagaimana layanan KKp dilaksanakan. 
  • Pentahapan kegiatan KKp 
  • Penilaian segera (laiseg) hasil layanan KKp 
  • Tindak lanjut layanan. 
3) Keterampilan yang harus dimiliki Pemimpin Kelompok 
Untuk teselanggaranya proses kegiatan kelompok secara efektif, konselor harus memiliki beberapa ketrampilan dan sikap yang meliputi : 
  • Kehendak dan usaha untuk mengenal dan mempelajari dinamika kelompok, fungsi - fungsi PK dan saling hubungan antar orang- orang dalam suasana kelompok. 
  • Kesediaan menerima orang lain, yaitu orang - orang yang menjadi anggota kelompok, tanpa pamrih pribadi. 
  • Kehendak dan usaha untuk mengenal dan mempelajari suasana kelompok. 
  • Kesediaan menerima berbagi pandangan dan sikap yang berbeda, yang barangkali amat berlawanan terhadap pandangan PK 
  • Rasa humor, rasa bahagia, dan rasa puas, baik yang dialami oleh PK sendiri maupun para anggota kelompok. 
Anggota Kelompok 
Anggota kelompok memiliki peranan yang penting dalam kegiatan bimbingan kelompok. Peranan anggota ini bersifat dari,oleh dan untuk anggota, sebagianbesar isi dan arah tujuan dari kegiatan bimbingan kelompok juga banyak ditentukan oleh peranan anggota kelompok. Amti (2004: 107-108) menyatakan peran anggota kelompok adalah: 
  • Membantu terbinanya suasana keakraban dalam kelompok. 
  • Membantu tercapainya tujuan bersama. 
  • Ikut serta dalam keseluruhan kegiatan kelompok. 
  • Mampu berkomunikasi secara terbuka dalam kelompok. 
  • Berusaha membantu teman-teman dalam kelompok 
  • Menyadari pentingnya kegiatan kelompok 
Selain itu Prayitno (2004: 12-13) menambahkan bentuk aktivitas langsung dari peranan diatas anggota kelompok adalah sebagai berikut: 
  • Mendengar, memahami dan merespon dengan tepat dan positif (3-M) 
  • Berpikir dan berpendapat 
  • Menganalisis, mengkritisi dan beragumentasi 
  • Merasa, berempati, dan bersikap 
  • Berpartisipasi dalam kegiatan bersama 
Aktifitas mandiri masing-masing anggota kelompok diorientasikan pada kehidupan bersama dalam kelompok. Prayitno (2004: 13) menyatakan wujud dari kebersamaan tersebut berupa: 
  • Pembinaan keakraban dan keterlibatan secara emosional antar anggota kelompok. 
  • Kepatuhan terhadap aturan kegiatan dalam kelompok 
  • Komunikasi jelas dan lugas dengan lembut dan bertatakrama 
  • Saling memahami, member kesempatan dan membantu
  • Kesadaran bersama untuk menyukseskan kegiatan kelompok. 
Prosedur Pelaksanaan 
Kegiatan bimbingan kelompok berlangsung dalam beberapa tahap. Prayitno (1991: 110) mengemukakan ada empat tahapan kegiatan yang perlu dilalui dalam kegiatan bimbingan kelompok yaitu : 

1) Tahap pembentukan 
Tahap pembentukan, yaitu tahapan untuk membentuk kerumuna sejumlah individu menjadi kelompok yang siap mengembangkan dinamika kelompok dalam mencapai tujuan bersama. Menurut Amti (1991: 110) tahap ini merupakan tahapa pengenalan dan pelibatan diri anggota ke dalam kelompok. tujuan tahap ini adalah agar anggota memahami maksud bimbingan kelompok Menurut Prayitno (1995: 44) Adapun kegiatan dalam tahap pembentukan dalam pelaksanaan kegiatan Bimbingan Kelompok adalah sebagai berikut : 
  • Mengungkapkan pengertian dan tujuan kegiatan kelompok dalam rangka pelayanan bimbingan kelompok. 
  • Menjelaskan (a) cara-cara, dan (b) asas-asas kegiatan kelompok 
  • Saling memperkenalkan dan mengungkapkan diri 
  • Teknik khusus, digunakan jika keterbukaan dan keikut sertaan para anggota tumbuh secara lamban. 
  • Permainan penghangat dan pegakrab kegiatan. 
Tujuan dari tahap pembentukan : 
  • Anggota memahami pengertian dan kegaitan kelompok dalam rangka bimbingan dan konseling.
  • Tumbuhnya suasana kelompok. 
  • Tumbuh minat anggota kelompok mengikuti kegiatan kelompok. 
  • Tumbuh saling mengenal, percaya, menerima, dan membantu diabtara para anggota. 
  • Tumbuh suasana bebas dan terbuka. 
  • Dimulai pembahasan tentntang tingkah laku perasaan dalam kelompok. 
2) Tahap Peralihan 
Tahap Peralihan yaitu tahapan untuk mengalihkan kegiatan awal kelompok ke kegiatan berikutnya yang lebih terarah pada pencapaian tujuan. Menurut Prayitno (1995: 47) pada tahapan ini kegiatan yang dilakukan adalah : 
  • Menjelaskan kegiatan yang akan ditempuh pada tahap berikutnya. 
  • Menawakan atau mengamati apakahh para anggota sudah siap menjalani kegiatan pada tahap selanjutnya (tahap ketiga). 
  • Membahas suasana yang terjadi. 
  • Meningkatkan kemampuan keikut sertaan anggota. 
  • Kalau perlu kembali ke beberapa aspek tahap pertama (tahap pembentukan) 
Tujuan kegiatan : 
  • Terbebaskanya anggota dari perasaan atau sikap enggan, ragu, malu, atau saling tidak percaya untuk memaasuki tahap berikutnya. 
  • Makin mantapnya suasana kelompok dan kebersamaan, 
  • Makinmantapnya minat untuk ikut serta dalam kegiatan kelompok.
3) Tahap kegiatan. 
Merupakan tahap inti kegiatan yang memerlukan alokasi waktu paling banyak. Menurut Amti (1991: 114), sasaran yang ingin dicapai dalam tahap ini adalah terbahasnya secara tuntas permasalah yang dihadapi oleh anggota kelompok.Sasaran penting yang ingin dicapai adalah terciptnya suasana untuk mengembangkan kelompok, baik yang menyangkut pengembangan kemampuan berkomunikasi (mengajukan pendapat, menggapi pendapat, terbuka sabar, tenggang rasa dan sebagainya), maupun yang menyangkut dengan peyelesaian masalah yang dikemukakan dalam kelompok. Rangkaian dari tahapan ini adalah sebagai berikut: 
  • Masing-masing anggota secara bebas mengemukakan masalah atau topik bahasan 
  • Menetapkan masalah atau topik yang akan dibahas dahulu. 
  • Anggota membahas masing-masing topik secara mendalam dan tuntas. 
  • Kegiatan selingan. 
Tujuan kegiatan : 
  • Terungkapnya secara bebas masalah atau topik yang dirasakan, dipikirkan dan dialami oleh anggota kelompok. 
  • Terbahasnya masalah dan topik yang dikemukakan secara mendalam dan tuntas. 
  • Ikut sertanya seluruh anggota secara aktif dan dinamis dalam pembahasan, baik yang menyangkut unsur-unsur tingkah laku, pemikiran ataupun perasaan. 
Sedangkan dalam kegiatan bimbingan kelompok topik tugas, tahapan kegiatan yang harus dalalui adalah sebagai berikut : 
  • Pemimpin kelompok mengemukakan suatu masalah atau topik. 
  • Tanya jawab antara anggota dan pemimpin kelompok tentang hal-hal yang belum jelas yang menyangkut masalah atau topik yang dikemukakan pemimpin kelompok. 
  • Anggota membahas masalah atau topik tersebut secara mendalam dan tuntas. 
  • Kegiatan selingan. 
Tujuan kegiatan : 
  • Terbahasnya suatu masalah atau topik yang relevan dengan kehidupan anggota secara mendalam dan tuntas. 
  • Ikut sertanya seluruh anggota secara aktif dan dinamis dalam pembahasan, baik yang menyangkut unsur - unsur tingkah laku, pemikiran ataupun perasaan. 
4) Tahap Pengakhiran. 
Tahap pengakhiran yaitu tahapan akhir kegiatan untuk melihat kembali apa yang sudah dilakukan dan dicapai oleh kelompok serta merencanakan kegiatan selanjutnya. Tahapan kegiatan pada tahap pengakhiran yang harus dilalui adalah sebagai berikut : 
  • Pemimpin kelompok mengemukakan bahwa kegiatan akan segera diakhiri. 
  • Pemimpin dan anggotan kelopok kesan dan hasil-hasil kegiatan. 
  • Membahas kegiatan lanjutan.
  • Mengemukakan pesan dan harapan. 
Tujuan kegiatan : 
  • Terungkapnya kesan-kesan anggota kelompok tentang pelaksanaan kegiatan. 
  • Terungkapnya hasil kegiatan kelompok telah dicapai yeng dikemukakan secara mendalam dan tuntas. 
  • Terumuskannya rencana kegiatan lebih lanjut. 
  •  Tetap dirasakannya hubungan kelompok dan rasa kebersamaan meskipun kegiatan diakhiri. 
Evaluasi kegiatan Bimbingan Kelompok 
Evaluasi hasil kegiatan bimbingan kelompok diorientasikan pada perkembangan pribadi siswa dan hal-hal yang dirasakan oleh mereka berguna. Isi kesan-kesan yang diungkapkan dari para peserta adalah penilaian yang sebenarnya. Penilaian ini bisa bersifat lisan yang disampaikan langsung oleh anggota pada tahap pengakhiran kegiatan bimbingan kelompok maupun tertulis yang biasanya sudah disediakan oleh pemimpin kelompok. penilaian kegiatan bimbingan kelompok ini tidak bersifat “benar atau salah” namun penilaian yang dilakukan adalah berdasarkan pada perkembangan pribadi siswa, penilain ini adalah penilaian yang bersifat penilaian proses yang dapat dilakukan melalui Prayitno (1995: 81-82): 
  • Mengamati partisipasi dan aktifitas peserta selama kegiatan berlangsung. 
  • Mengungkapkan pemahaman peserta atas materi yang dibahas.
  • Mengungkapkan kegunaan layanan bagi mereka, dan perolehan mereka sebagai hasil dari hasil keikut sertaan mereka. 
  • Mengungkapkan minat dsn sikap mereka tentang kemungkinan kegiatan lanjutan 
  • Mengungkapkan kelancaran proses dan suasana penyelenggaraan layanan. 
Hasil akhir penilaian tersebut diatas berupa deskripsiyang menyangkut aspek-aspek proses dan isi penyelenggarakan bimbingan kelompok, baik yang menyangkut penyelenggaraannya itu sendiri maupun pribadi-pribadi pesertanya.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pengertian Bimbingan Kelompok di Sekolah Dasar Menurut Ahli"

Posting Komentar

Blog ini jauh dari kata sempurna sehingga memerlukan Saran dari Sobat Pembaca