Pengertian Akselerasi Menurut Ahli

Pengertian Akselerasi
Akselerasi adalah memberikan kesempatan kepada siswa untuk menjalani kurikulum yang ada dengan lebih cepat (Heward, 1996). Terdapat beberapa jenis dari akselerasi, yaitu:
  1. Memasuki sekolah formal pada usia dini
  2. Loncat kelas
  3. Mengikuti bidang studi tertentu di kelas yang lebih tinggi
  4. Kurikulum yang dipadatkan atau dipersingkat
  5. Memasuki sekolah menengah atas dan universitas secara bersamaan.
  6. Memasuki universitas lebih awal
Bagaimanapun akselerasi ini dilakukan, pada akhirnya peserta didik tetap menyelesaikan pendidikan sekolah, namun dalam waktu yang lebih singkat. Menurut Silverman (dalam Heward, 1996) akselerasi adalah suatu respon dalam menjawab kebutuhan belajar dengan lebih cepat yang dimiliki oleh anak-anak berbakat. Penelitian menunjukkan bahwa ketika akselerasi dijalankan dengan tepat, maka ketertarikan siswa terhadap sekolah akan meningkat, mencapai level prestasi akademis yang lebih tinggi, memiliki perhatian terhadap prestasi, dan menyelesaikan level pendidikan yang lebih tinggi dalam waktu singkat, yang akan meningkatkan waktu untuk berkarir di akhir sekolah.

Widyastono (dalam Tarmidi & Hadiati, 2005) menyatakan ada delapan hal yang harus diperhatikan dalam penyelenggaraan program akselerasi, yaitu:
  1. Masukan (input, intake) siswa diseleksi secara ketat dengan menggunakan kriteria tertentu dan prosedur yang dapat dipertanggungjawabkan. Kriteria yang digunakan adalah: (1) prestasi belajar, dengan indikator angka raport, Nilai Ebtanas Murni (NEM), dan/atau hasil tes prestasi akademik, berada 2 standar deviasi (SD) di atas Mean populasi siswa; (2) skor psikotes, yang meliputi: intelligency quotient (IQ) minimal 125, kreativitas, tanggung jawab terhadap tugas (task commitment), dan emotional quotient (EQ) berada 2 SD di atas Mean populasi siswa; (3) kesehatan dan kesemaptaan jasmani, jika diperlukan.
  2. Kurikulum yang digunakan adalah kurikulum nasional standar, namun dilakukan improvisasi alokasi waktunya sesuai dengan tuntutan belajar peserta didik yang memiliki kecepatan belajar serta motivasi belajar lebih tinggi dibandingkan dengan kecepatan belajar dan motivasi belajar siswa seusianya. Dalam hal ini, misalnya SMA, yang biasanya memakan waktu selama 3 tahun, terdiri atas 6 semester, setiap tahun 2 semester; dipercepat menjadi selama 2 tahun, setiap tahun terdiri atas 3 semester.
  3. Tenaga kependidikan. Karena siswanya memiliki kemampuan dan kecerdasan luar biasa, maka tenaga kependidikan yang menanganinya terdiri atas tenaga kependidikan yang unggul, baik dari segi penguasaan materi pelajaran, penguasaan metode mengajar, maupun komitmen dalam melaksanakan tugas.
  4. Sarana-prasarana yang menunjang, yang disesuaikan dengan kemampuan dan kecerdasan siswa, sehingga dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan belajar serta menyalurkan kemampuan dan kecerdasannya, termasuk bakat dan minatnya, baik dalam kegiatan kurikuler maupun ekstrakurikuler.
  5. Dana. Untuk menunjang tercapainya tujuan yang telah ditetapkan perlu adanya dukungan dana yang memadai, termasuk perlunya disediakan insentif tambahan bagi tenaga kependidikan yang terlibat, berupa uang maupun fasilitas lainnya.
  6. Manajemen,bersangkut paut dengan strategi dan immplementasi seluruh sumberdaya yang ada dalam sistem sekolah untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Oleh sebab itu, bentuk manajemen pada sekolah dengan sistem kelas percepatan, harus memiliki tingkat fleksibilitas yang tinggi, realitas, dan berorientasi jauh ke depan. Dengan demikian, pengelolaannya didasari oleh komitmen, ketekunan, pemahaman yang sama, kebersamaan antara semua pihak yang terlibat dalam kegiatan ini.
  7. Lingkungan belajar yang kondusif untuk berkembangnya potensi keunggulan menjadi keunggulan yang nyata, baik lingkungan dalam arti fisik maupun sosial psikologis di sekolah, di masyarakat, dan di rumah.
  8. Proses belajar-mengajar yang bermutu dan hasilnya selalu dapat dipertanggungjawabkan (accountable) kepada siswa, orangtua, lembaga, maupun masyarakat.
Menurut Somantri (2006), bagi siswa berbakat dengan kapasitas intelektual di atas rata-rata, program akselerasi ini memberikan beberapa keuntungan, antara lain:
  1. Terpenuhinya kebutuhan kognisi siswa akan pelajaran yang lebih menantang
  2. Meningkatkan efisiensi dan efektivitas siswa dalam belajar
  3. Memberikan kesempatan untuk memiliki “intellectual peers”
  4. Menambah rasa percaya diri dan meningkatkan motivasi siswa
  5. Memberi kesempatan untuk menghemat waktu dalam menempuh pendidikan, sehingga lebih banyak waktu untuk mengembangkan minat, spesialisasi, dan karir.
Guru merupakan faktor yang memiliki peran penting dalam memberhasilkan kelas akselerasi. Dalam kelas akselerasi peran guru mengelola pembelajaran lebih tepat disebut sebagai fasilitator, yang menunjukkan bahwa tanggungjawab akhir belajar ada pada anak untuk mengaktualisasikan potensi dirinya.

Namun begitu ada beberapa hal yang dapat disebut sebagai kelemahan dalam penerapan program akselerasi ini. Salah satunya adalah materi ajar yang padat membuat guru kurang mampu mengembangkan teknik mengajar yang kreatif sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan siswa berbakat.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pengertian Akselerasi Menurut Ahli"

Posting Komentar

Blog ini jauh dari kata sempurna sehingga memerlukan Saran dari Sobat Pembaca