Konsep Dasar Bimbingan Belajar

Konsep Dasar Bimbingan Belajar
Kehadiran bimbingan belajar di sekolah merupakan hal yang sangat penting dalam rangka membantu peserta didik agar mampu melakukan penyesuaian diri dengan tuntutan akademis, sosial, dunia kerja, dan tuntutan psikologis sesuai dengan potensiyang dimilikinya.

Pelayanan bimbingan belajar di sekolah akan berjalan secara terpadu denganprogram pengajaran. Oleh karena itu kegiatan bimbingan belajar terkait erat dengan tugas dan peranan guru.

Masalah-masalah belajar seringkali membawa ketimpangan sosio-psikologis pada diri siswa bahkan mungkin lebih jauh dari itu. Bimbingan belajar berupaya untuk mengeliminasi sejauh mungkin akses tersebut terhadap proses belajar sekaligusmembantu siswa agar mampu melakukan penyesuaian diri dengan dirinya sendiri dandengan lingkungannya.

Dalam penyelenggaraan bimbingan belajar dipandang penting untukmelakukan kerjasama dengan lembaga, pekerja sosial, para instruktur, dokter dan sebagainya dalam rangka penanganan persoalan siswa.

1. Pengertian Bimbingan Belajar
Tidak setiap siswa memiliki kemampuan untuk mengatasi persoalan yang terkait dengan belajar. Seringkali kemampuan itu mesti difasilitasi oleh guru dan guru pembimbing untuk dapat direalisasikan. Walaupun mungkin seorang siswa memiliki potensi yang baik, namun yang bersangkutan kurang punya kemampuan untuk mengembangkannya, sudah barang tentu hasil belajarnya kurang baik. Di sisi lain menunjukan bahwa kehadiran orang lain dalam hal ini para guru dan guru pembimbing menjadi amat penting untuk membantu mengembangkan potensi siswa dan dalam menghadapi masalah-masalah yang berkait dengan belajar. Guru dan guru pembimbing memiliki kesempatan yang luas untuk secara bersama dengan siswanyamengembangkan berbagai kemampuan potensial yang diharapkan menunjang kegiatan belajarnya.

Dengan demikian, bimbingan belajar adalah suatu proses pemberian bantuandari guru/guru pembimbing kepada siswa dengan cara mengembangkan suasana belajar yang kondusif dan menumbuhkan kemampuan agar siswa terhindar dari dan atau dapat mengatasi kesulitan belajar yang mungkin dihadapinya sehingga mencapai hasil belajaryang optimal. Hal ini mengandung arti bahwa para guru/guru pembimbing berupaya untuk memfasilitasi agar siswa dapat mengatasi kesulitan belajarnya dan sampai adatujuan yang diharapkan.

2. Fungsi Bimbingan Belajar
Bimbingan belajar mempunyai fungsi sebagai berikut :
a. Fungsi Pencegahan (Preventive Function)
Bimbingan belajar berupaya untuk mencegah atau mereduksi kemungkinantimbulnya masalah. Contoh yang dapat dilakukan dalam pengajaran diantaranya: pemberian informasi tentang silabus, tugas, ujian, dan sistem penilaian yang dilakukan, menciptakan iklim belajar yang memungkinkan penilaian yang dilakukan, menciptakan iklim belajar yang memungkinkan peserta didik merasabetah diruang belajar, meningkatkan pemahaman guru terhadap karakteristik siswa,pemberian informasi tentang cara-cara belajar dan pemberian informasi tentang fungsi dan peranan siswa serta orientasi terhadap lingkungan.

b. Fungsi Penyaluran (Distributive Fungction)
Fungsi penyaluran berarti menyediakan kesempatan kepada siswa untukmenyalurkan bakat dan minat sehingga mencapai hasil belajar yang sesuai dengankemampuannya, contohnya: membantu dalam menyusun program studi termasuk kegiatan pemilihan program yang tepat dalam kegiatan ekstrakurikuler, dsb.

c. Fungsi Penyesuaian (Adjustive Function)
Salah satu faktor penentu keberhasilan siswa dalam studinya adalah faktorkemampuan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan. Guru pembimbing berupaya membantu siswa menyerasikan program pengajaran dengan kondisi obyektif mereka agar dapat menyesuaikan diri, memahami diri dengan tuntutan program pengajaran yang sedang dijalaninya. Atas dasar tersebut penyesuaian memiliki sasaran:
  • Membantu siswa agar dapat menyesuaikan diri terhadap tuntutan programpendidikan.
  • Membantu siswa menyerasikan program-program yang dikembangkan dengan tuntutan pengajaran.
d. Fungsi Perbaikan (Remedial Function)
Kenyataan di sekolah menunjukan bahwa sering ditemukan siswa yang mengalami kesulitan belajar. Dalam hal ini betapa pentingnya fungsi perbaikan dalam kegiatan pengajaran. Tugas para guru/guru pembimbing adalah upaya untukmemahami kesulitan belajar, mengetahui faktor penyebab, dan bersama siswa menggali solusinya.

Salah satu contoh, fungsi perbaikan dalam bimbingan belajar adalahpengajaran remedial (remedial teaching).

e. Fungsi Pemeliharaan (Maintencance and Development Function)
Belajar dipandang positif harus tetap dipertahankan, atau bahkan harusditingkatkan agar tidak mengalami kesulitan lagi, contohnya adalah mengoreksi dan memberi informasi tentang cara-cara belajar kepada siswa.

3. Manfaat Bimbingan Belajar
a. Manfaat Bagi Siswa
  1. Tersedianya kondisi belajar yang nyaman dan kondusif yang memungkinkan siswa dapat mengembangkan kemampuan potensinya secara optimal.
  2. Terperhatikannya karakteristik pribadi siswa secara utuh yang akan menjadi dasar bagi yang bersangkutan untuk menempatkan dirinya ada posisi yang tepat.
  3. Dapat mereduksi dan mengatasi kemungkinan terjadinya kesulitan belajar yang pada gilirannya dapat meningkatkan keberhasilan belajar.
b. Manfaat Bagi Guru/Guru Pembimbing
  1. Membantu untuk lebih mampu menyesuaikan materi pembelajaran, bahkan program pembelajaran dengan keadaan siswa secara perorangan maupunkelompok.
  2. Memudahkan guru pembimbing dalam memahami karakteristik siswanyasebagai dasar untuk membantu pengembangan potensi mereka bahkan sampai pada posisi penentuan bantuan kepada mereka.
4. Tujuan Bimbingan Belajar
Tujuan bimbingan belajar bagi siswa adalah tercapainya penyesuaian akademis secara optimal sesuai dengan potensi yang dimilikinya.
Secara lebih khusus tujuan bimbingan belajar, diantaranya ialah agar siswa :
  • Mengenal, memahami, menerima, mengrahkan dan mengaktualisasikan potensi dirinya secara optimal sesuai dengan program pengajaran.
  • Mampu mengembangkan berbagai keterampilan belajar.
  • Mampu memecahkan masalah belajar.
  • Mampu menciptakan suasana belajar yang kondusif.
  • Memahami lingkungan pendidikan.
5. Isi Layanan Bimbingan Belajar
Layanan bimbingan belajar bagi kelas I, terutama diarahkan untuk :
  • Mengembangkan rencana untuk mengatur waktu belajar.
  • Mengembangkan motivasi yang mendorong agar terciptanya konsentrasi sebaik mungkin.
  • Mempelajari cara-cara lain belajar secara efektif.
  • Menggambarkan cara-cara belajar menghadapi ujian.
Layanan bimbingan belajar bagi kelas II, terutam diarahkan untuk :
  • Mengatur keseimbangan antara waktu belajar dengan kegiatan ekstrakurikurer.
  • Merencanakan pendidikan lanjutan setelah tamat, sesuai bakat, minat dan kemampuannya.
  • Memahami teknik-teknik belajar dengan menggunakan sumber-sumber belajar baik di dalam maupun di luar sekolah.
  • Mengembangkan keterampilan belajar untuk memperkirakan bahan yang mungkin ditanyakan dalam ulangan.
Layanan bimbingan belajar bagi kelas III, terutama diarahkan untuk :
  • Mengevaluasi kebiasaan belajar dan merencanakan perubahan bila diperlukan.
  • Mengenal dan mencari informasi di luar sekolah yang menunjang pencapaian tujuan belajar.
  • Mempelajari cara-cara belajar yang praktis.
  • Menelaah hasil ulangan dan merencanakan uapaya perbaikan.
6. Langkah-langkah Bimbingan Belajar
Langkah-langkah bimbingan belajar yang dapat dilaksanakan oleh para guru/ guru pembimbing adalah sebagai berikut :
  • Pengumpulan informasi tentang diri siswa
  • Pemberian informasi
  • Penempatan
  • Identifikasi siswa yang diduga mengalami kesulitan dalam belajar
  • Memperkirakan faktor penyebab kesulitan (diagnosa)
  • Memperkirakan cara pemecahan (prognosis)
  • Melakukan remedial atau bantuan (treatment)
  • Evaluasi dan tindak lanjut

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Konsep Dasar Bimbingan Belajar"

Posting Komentar

Blog ini jauh dari kata sempurna sehingga memerlukan Saran dari Sobat Pembaca